Gerbang Digital Pariwisata - Highland Camp Camp terbaik dan terbesar di Bogor Tue, 28 Jun 2022 10:29:27 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://highlandcamp.co.id/app/uploads/logo-highland-camp_1-150x150.png Gerbang Digital Pariwisata - Highland Camp 32 32 Gerbang Digital Pariwisata Indonesia 4.0 berbasis lokalitas https://highlandcamp.co.id/gerbang-digital-pariwisata-indonesia-4-0 Sun, 01 Nov 2020 01:17:37 +0000 https://highlandcamp.co.id/?p=6142 Gerbang Digital Pariwisata 4.0 ((Rangkuman dari tulisan ini, di terbitkan pada situs Wikipedia Bahasa Indonesia dengan judul “Gerbang Digital Pariwisata“ sebagai artikel rintisan pada tanggal 26/10/2020))Revolusi industri jilid ke empat yang bercirikan penggunaan teknologi digital dan internet telah memberikan efek gangguan pada sektor industri di Indonesia, sektor pariwisata termasuk yang terdampak. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata [...]

The post Gerbang Digital Pariwisata Indonesia 4.0 berbasis lokalitas appeared first on Highland Camp.

]]>

Gerbang Digital Pariwisata 4.0

((Rangkuman dari tulisan ini, di terbitkan pada situs Wikipedia Bahasa Indonesia dengan judul Gerbang Digital Pariwisata sebagai artikel rintisan pada tanggal 26/10/2020))Revolusi industri jilid ke empat yang bercirikan penggunaan teknologi digital dan internet telah memberikan efek gangguan pada sektor industri di Indonesia, sektor pariwisata termasuk yang terdampak. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, mengusung Pariwisata 4.0 sebagai perwujudan pariwisata yang cerdas dengan penggunaan IoT (Internet of Things), Big Data, Technology based Business Models, Mobile Technology, Artificial Intelligent (AI), dan lainnya dalam industri pariwisata. Sejalan dengan pembangunan pariwisata yang sarat dengan teknologi Informasi dan Komunikasi, itu sangat berdampak langsung pada sistem ekonomi pasar((Sistem ekonomi pasar ialah suatu sistem ekonomi yang menyerahkan seluruh kegiatan ekonomi seperti produksi, distribusi, dan konsumsi sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ini dipelopori oleh Adam Smith yang dalam bukunya yang berjudul “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.”)) yang terbangun.

Dapatkah pariwisata 4.0 melindungi ekonomi kerakyatan, lokalitas dan pariwisata ramah di era revolusi industri jilid ke empat?.

Barangsiapa yang menguasai pasar, sesungguhnya ia akan mengendalikan alat produksi, sekaligus menggerakan roda perekonomian. Karenanya, pasar pariwisata harus dikuasai oleh masyarakat pariwisata berbasis lokalitas dan berasaskan ekonomi kerakyatan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.”
-Kiade-

Gerbang Digital Pariwisata Indonesia berbasis lokalitas (disebut juga Gerbang Digital Pariwisata 4.0) adalah himpunan entitas ((Entitas dalam industri pariwisata meliputi tempat wisata, hotel dan tempat akomodasi lainya, restaurant dan usaha sejenisnya, pedagang oleh-oleh / cinderamata, pengrajin dan usaha sejenisnya, EO pariwisata dan lainnya, masyarakat desa wisata, usaha kreatif dan lainnya, pegiat dan penggiat pariwisata dan usaha kreatif yang terkait secara langsung dan tidak langsung dalam aktivitas kepariwisataan dan atau semua yang terhubung dengan usaha pariwisata.)) industri pariwisata((Industri pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata. (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan))) dalam sistem informasi((Sistem informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas/alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud untuk menata jaringan komunikasi, proses atau transaksi tertentu dan rutin, di mana setiap orang dapat berinteraksi dengan teknologi dalam proses mendukung usaha pariwisata dan membangun jejejaring sosial.)) pariwisata perwilayahan yang membentuk lanskap ekosistem digital pariwisata Indonesia, dan merupakan kumpulan pengetahuan serta informasi pariwisata yang terhimpun dalam aplikasi android, IOS dan website pada platform digital((Platform digital tourism hub perlu dibangun untuk mengintegrasikan seluruh ekosistem stakeholder kepariwisataan Indonesia. Ekosistem itu mencakup objek wisata, hotel, travel agent, airlines dan lainnya | Dewa Gde Satria; Universitas Ciputra,”Pariwisata Indonesia Go Digital”, Bali Post. 8 Mei 2019.Hal.6)) Pustaka Indonesia dan Pustaka Perwilayahan((Perwilayahan berkaitan dengan tempat atau wilayah tertentu yang terbatas atau dibatasi oleh wilayah lain dan mengasumsikan adanya sejumlah garis pembatas yang bersifat permanen, tegas, dan mutlak yang mengelilingi satu wilayah atau ruang tertentu. Dalam hal ini lokalitas adalah Perwilayahan meliputi kawasan pariwisata, wilayah administratif kabupaten / kota dan taman nasional.)) sebagai perwujudan dari pariwisata 4.0.

Lokalitas pada Gerbang Digital Pariwisata 4.0 menempatkan potensi pariwisata dan masyarakat setempat sebagai pusat ekosistem pariwisata(( Ekosistem pariwisata sebagai suatu sistem yang mengaitkan dan mengoptimalkan komponen-komponen pariwisata untuk kesejahteraan, nilai tambah, kepuasan dan kelestarian meliputi produk dan jasa pariwisata, karakter pariwisata, penggerak sistem pariwisata dan penggerak sektor pariwisata.)) perwilayahan sekaligus pembangkit potensi pariwisata lokal yang berasaskan ekonomi kerakyatan, karena “barangsiapa yang menguasai pasar, sesungguhnya ia akan mengendalikan alat produksi, sekaligus menggerakan roda perekonomian”. Karenanya, pasar pariwisata harus dikuasai oleh masyarakat pariwisata berbasis lokalitas dan berasaskan ekonomi kerakyatan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Gerbang Digital Pariwisata 4.0 menciptakan pengalaman berwisata dan usaha pariwisata((Usaha Pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraan pariwisata. (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan))) yang diperkaya dengan bantuan teknologi untuk kemudahan para stakeholder (pemangku kepentingan)((Pemangku kepentingan dalam industri pariwisata adalah 1.Pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah, 2. Pengusaha pariwisata, 3.Pekerja di bidang pariwisata, 3. Para wisatawan, 4. Warga sekitar (UNWTO/United Nations World Tourism Organization) ))di era revolusi Industri jilid ke-4.

Pariwisata di era revolusi industri jilid 4.0

Pariwisata 4.0 (tourism 4.0) merupakan adaptasi sektor industri pariwisata yang mengikuti erupsi perkembangan revolusi industri jilid ke 4.0 sehingga pariwisata menjadi lebih cerdas dan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan dan pengusaha pariwisata(( Pengusaha pariwisata adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha pariwisata. (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan))) dengan penggunaan unsur teknologi IoT (Internet of Things), Big Data, Technology based Business Models, Mobile Technology, Artificial Intelligent (AI), dan yang lainnya.

Pengembangan industri pariwisata dengan menggunakan teknologi dalam era revolusi industri 4.0 memungkinkan industri pariwisata menjadi lebih cerdas (smart) dan teknologi informasi komunikasi (TIK/ICT) menjadi tulang punggungnya, sehingga Pariwisata 4.0 adalah keniscayaan di era revolusi industri jilid ke-empat, dan Gerbang Digital Pariwisata 4.0 merupakan perwujudan dari efek gangguan (disrupting) atas revolusi Industri 4.0 terhadap sektor pariwisata Indonesia dengan memperkuat pada elemen :

    1. Lokalitas(( …the Tourism 4.0 Collaboration Platform addresses both issues (the social and natural environment) by putting the local community in the center of the tourism ecosystem since it plays a crucial role in the implementation of the technological solutions of tourism for the future (Tourism 4.0: Challenges and Opportunities for the Local Community)))
    2. Ekonomi Kerakyatan
    3. Wisata Ramah

Lokalitas dalam Gerbang Digital Pariwisata 4.0

Masyarakat yang menetap/tinggal dan beraktivitas disuatu perwilayahan (lokal) memiliki kemampuan lebih untuk menghadirkan detail demi detail dari setiap sudut keindahan lansekap alam, arsitektur, budaya dan pelayanan di sektor pariwisata. Hal ini dikarenakan interaksi yang terbangun selama bertahun-tahun pada sebuah destinasi maupun atraksi wisata serta pada elemen pendukungnya telah melahirkan kontruksi pengetahuan secara mendetail yang sekaligus membangun pengalaman atas keadaan wilayahnya.

Lokalitas berkaitan dengan tempat atau wilayah tertentu yang terbatas dan atau dibatasi oleh wilayah lain. Lokalitas mengasumsikan adanya sejumlah garis pembatas yang bersifat permanen, tegas, dan mutlak yang mengelilingi satu wilayah atau ruang tertentu. Dalam Gerbang Digital Pariwisata, lokalitas merujuk pada perwilayahan meliputi kawasan pariwisata((Kawasan pariwisata adalah suatu wilayah geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administrasi yang memiliki ciri khas tertentu dan dengan sengaja dibangun serta dikembangkan untuk tujuan pariwisata.)), wilayah administratif kabupaten / kota dan taman nasional. Dan, lokalitas juga berkaitan erat dengan :

    1. Kehidupan sosial, kearifan lokal, seni, budaya dan lingkungan pembentuknya yang bersifat setempat dan menjadi komponen sumber daya pariwisata pada suatu wilayah atau perwilayahan formal/fungsional.
    2. Semua aspek informasi pariwisata dan usaha kreatif, manajemen dan bisnis dalam Gerbang Digital Pariwisata 4.0 yang bersifat setempat, dikelola oleh warga dan atau lembaga yang berkedudukan dan atau tinggal/menetap dan atau melakukan aktivitas pariwisata di perwilayahan.

Ekonomi Kerakyatan dalam Gerbang Digital Pariwisata 4.0

Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat, berasas kekeluargaan, dan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat, yang selanjutnya disebut sebagai Usaha Kecil dan Menegah (UKM). Dalam Gerbang Digital Pariwisata 4.0, Ekonomi kerakyatan dimaksudkan :

    1. Sebagai kegiatan ekonomi dan atau usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang dijalankan oleh warga kebanyakan (popular) yang bersama-sama mengelola sumber daya pariwisata dan usaha Kreatif, bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dan persaingan sehat dengan Pustaka Perwilayahan sebagai media pemasaran dan promosi pariwisata dan usaha kreatif .
    2. Adalah upaya merebut monopoli pasar pariwisata dan usaha kreatif dari sistem yang dikendalikan oleh pemilik swasta dan atau sekelompok orang dengan kekuatan modal dan teknologi dengan tujuan memperoleh keuntungan ekonomi sebesar-besarnya dalam ekonomi pasar. Selanjutnya, dikembalikan kepada penggiat dan pegiat pariwisata melalui penyelenggaraan dan mekanisme persaingan yang berkeadilan, berasas kekeluargaan dan berkedaulatan atas masyarakat pariwisata.
    3. Gerbang Digital Pariwisata 4.0 berasal dari masyarakat pariwisata yang dilakukan atau ditumbuh kembangkan oleh para pegiat dan penggiat pariwisata untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dan kemajuan dunia pariwisata Indonesia.

Wisata Ramah dalam Gerbang Digital Pariwisata 4.0

Wisata Ramah((Mutaqin, Ade Zaenal “Memahami Pariwisata Ramah“. “Wisata Ramah adalah bentuk pariwisata yang menitik beratkan pada keberlanjutan lingkungan dan kelestarian alam serta berkah terhadap masyarakat di sekitar obyek daya tarik wisata. Menyangkut wisata alternatif/wisata minat khusus yang dimiliki dan dilakukan oleh masyarakat lokal sebagai pemilik lingkungan dan pesona keindahan alam, pemilik sosial budaya dan kearifan lokal, serta pemilik keramah tamahan, guna memenuhi sensasi dan minat terdalam wisatawan dalam aktivitas pariwisata”.(Handout Konferensi Nasional “Bersama Bersatu Memajukan Pariwisata Danau Toba” Universitas Sumatra Utara; 2017))) meliputi nilai-nilai kebaikan yang berkelanjutan serta bertambahnya kebermanfaatan (berkah)((Barokah atau berkah adalah berkembangnya atau bertambah sesuatu, sedangkan makna berkah adalah langgengnya kebaikan dan atau bertambahnya kebaikan. Dan, Menurut Imam Al-Ghazali, berkah adalah bertambahnya kebaikan. Sementara para ulama mendefinisikan berkah sebagai segala sesuatu yang banyak dan melimpah))terhadap lingkungan, masyarakat dan para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam industri pariwisata, serta sebagai pembangkit pariwisata Indonesia dengan berpijak pada keberpihakan lingkungan alam dan sosial, ekonomi, budaya dan kearifan lokal masyarakat yang menyelimutinya, dilakukan secara harmonis, berlandaskan kerendahan dan keikhlasan hati serta kebijaksanaan pikiran untuk bergerak dan bertindak dalam prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

Pusat Informasi Pariwisata 4.0

Interaksi yang terbangun pada masyarakat lokal selama bertahun-tahun di sebuah destinasi, atraksi wisata dan pada elemen pendukungnya telah melahirkan kontruksi pengetahuan dan pengalaman atas keadaan wilayahnya. Masyarakat setempat memiliki kemampuan yang lebih untuk menghadirkan detail demi detail dari setiap sudut keindahan lansekap alam, arsitektur, budaya dan lainnya dalam sebuah narasi, juga pada jepretan lensa kamera, dan memiliki kemampuan untuk menghadirkan rasa yang terkandung pada setiap destinasi/atraksi wisata untuk dihadirkan dalam bentuk pengetahuan dan informasi pada Pustaka Indonesia dan Pustaka Perwilayahan.

Pustaka Indonesia adalah Flatform Gerbang Digital Pariwisata 4.0

Pustaka Indonesia adalah identitas penciri (brand) platform Digital Gerbang Digital Pariwisata Indonesia yang disematkan pada aplikasi Android, IOS dan Website, dan merupakan lanskap ekosistem digital pariwisata Indonesia, di mana setiap orang dapat berinteraksi dengan teknologi dan mendukung proses pariwisata.

Pustaka Perwilayahan adalah Flatform Gerbang Digital Pariwisata Perwilayahan

    1. Pustaka((Pustaka kependekan dari “Pusat Informasi Parwisata Kawasan, Kabupaten/Kota” atau “Pusat Informasi Pariwisata yang merujuk pada perwilayahan formal ataupun fungsional”.)) Perwilayahan identitas merek (brand identity) Platform Digital Gerbang Digital Pariwisata 4.0 yang disematkan pada setiap kawasan pariwisata, wilayah administratif kabupaten, kota dan Taman Nasional yang ada di Indonesia dengan aplikasi Android, IOS dan Website.
    2. Merupakan sistem informasi (SI) dengan menggunakan teknologi informasi((Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu mengubah, mengkomunikasikan, menyimpan dan menyebarkan informasi berbasis kombinasi komputasi dan telekomunikasi. Sistem informasi kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atau transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat. (John F. Nash))) dan komunikasi (TIK), di mana setiap orang dapat berinteraksi dengan teknologi dan mendukung proses bisnis pariwisata di setiap kawasan pariwisata, wilayah administratif kabupaten/kota dan Taman Nasional yang ada di Indonesia.
    3. Adalah himpunan entitas industri pariwisata yang berada pada kawasan wisata, wilayah administratif kabupaten/kota dan Taman Nasional, terhimpun dalam sistem informasi perwilayahan dan tersambung pada lanskap ekosistem digital informasi pariwisata Indonesia.

Pustaka Puncak sebagai role model Flatform Gerbang Digital Pariwisata Perwilayahan

Pustaka kependekan dari Pusat Informasi Pariwisata kawasan/kota/kabupaten. Dan, Pustaka Puncak dapat diartikan sebagai “Pusat Informasi Pariwisata Kawasan Puncak”. Pustaka Puncak menginformasikan tentang tempat wisata, camping ground, villa, hotel dan tempat akomodasi lainnya, restauran, toko souvenir/cinderamata, warung oleh-oleh, produk kreatif dan lainnya, program perjalanan wisata, MICE, dan lainnya yang ada dalam kawasan pariwisata Puncak Bogor. Pustaka Puncak merupakan himpunan entitas industri pariwisata dikawasan puncak dalam ekosistem digital perwilayahan yang terhubung dalam lanskap digital informasi pariwisata Indonesia.

Pustaka Puncak merupakan role model dari 1. Platform digital; 2. Manajemen dan bisnis; serta 3. Model pengembangan perkumpulan Gerbang Digital Pariwisata perwilayahan (GDP Puncak).

    1. Platform Digital Pustaka Puncak ; adalah himpunan/kumpulan pengetahuan dan informasi atas industri pariwisata yang berada dikawasan pariwisata Puncak Bogor dalam aplikasi android, IOS dan website, atau dengan kata lain Pustaka Puncak menghadirkan informasi pariwisata dalam satu genggaman “Puncak dalam satu genggaman”.
    2. Management dan Bussiness ; adalah proses tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan atas platform digital, sehingga terciptanya aktivitas pariwisata dan dampak keekonomian kepada para pegiat dan penggiat pariwisata di Puncak yang bersumber dari platform Pustaka Puncak.
    3. Perkumpulan GDP Puncak ; adalah masyarakat pariwisata di kawasan Puncak yang meliputi para pemilik dan pengelola hotel, camp, villa, dan akomodasi lainnya, tempat wisata, warung kopi, souvenir/oleh-oleh, pelaku kreatif dan lainnya, serta para pegiat serta penggiat serta aktivitas pariwisata dan lainnya. Perkumpulan Gerbang Digital Pariwisata Puncak (GDP Puncak) merupakan pelaku utama sebagai pembangkit Pariwisata di Puncak Bogor dengan platform digital sebagai medianya.

Pustaka Puncak merupakan sistem informasi (SI) dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), di mana setiap orang dapat berinteraksi dengan teknologi dan mendukung proses bisnis pariwisata dan usaha kreatif di kawasan Puncak Bogor. Sistem Informasi yang dimaksud, adalah bahwa Pustaka Puncak tidak hanya sebatas merujuk pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi semata, tetapi juga cara dimana para penggiat dan pegiat pariwisata dan usaha kreatif yang berada di kawasan puncak dapat berinteraksi dengan teknologi, membangun jejaring sosial dan bisnisnya dalam mendukung proses dan aktivitas pariwisata dan kreatif.

Perkumpulan Gerbang Digital Pariwisata Indonesia

Perkumpulan Gerbang Digital Pariwisata 4.0 ataupun perwilayahan merupakan kumpulan penggiat dan pegiat pariwisata dan usaha kreatif/usaha kreatif((Ekonomi kreatif adalah perwujudan nilai tambah dari kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia yang berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan, dan/atau teknologi. (UU 24/2019 tentang Ekonomi Kreatif))), akademisi, pengusaha dan pemerintah untuk mewujudkan pariwisata 4.0 yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan masyarakat pariwisata dan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat.

    1. Pegiat pariwisata meliputi pemilik tempat wisata, hotel dan tempat akomodasi lainya, restaurant dan usaha sejenisnya, pedagang oleh-oleh / cinderamata, pengrajin dan usaha sejenisnya, EO pariwisata dan lainnya, masyarakat desa wisata, usaha kreatif dan lainnya, pegiat dan penggiat pariwisata dan kreatif yang terkait secara langsung dan tidak langsung dalam kegiatan pariwisata yang berkedudukan di setiap kawasan pariwisata, wilayah administratif kabupaten/kota dan Taman Nasional di Indonesia.
    2. Perkumpulan Gerbang Digital Pariwisata 4.0 mengelola Pustaka Perwilayahan sebagai media informasi, pemasaran, usaha pariwisata dan kreatif untuk kepentingan anggota dan sektor pariwisata di perwilayahan.

Home » Gerbang Digital Pariwisata

The post Gerbang Digital Pariwisata Indonesia 4.0 berbasis lokalitas appeared first on Highland Camp.

]]>
Pengertian dalam Gerbang Digital Pariwisata 4.0 Indonesia https://highlandcamp.co.id/pengertian-gerbang-digital-pariwisata-indonesia Mon, 12 Oct 2020 02:46:27 +0000 https://highlandcamp.co.id/?p=5921 GERBANG DIGITAL PARIWISATA 4.0BERBASIS LOKALITAS DASAR PEMIKIRAN Pariwisata 4.0((Pariwisata 4.0 adalah adaptasi sektor pariwisata dengan memanfaatkan perkembangan teknologi pada revolusi industri 4.0 sehingga pariwisata menjadi lebih cerdas dan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan dan pengusaha pariwisata.))Pariwisata di Era Teknologi Informasi((Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu mengubah, mengkomunikasikan, menyimpan dan menyebarkan informasi berbasis kombinasi komputasi [...]

The post Pengertian dalam Gerbang Digital Pariwisata 4.0 Indonesia appeared first on Highland Camp.

]]>

GERBANG DIGITAL PARIWISATA 4.0
BERBASIS LOKALITAS

DASAR PEMIKIRAN

Pariwisata 4.0((Pariwisata 4.0 adalah adaptasi sektor pariwisata dengan memanfaatkan perkembangan teknologi pada revolusi industri 4.0 sehingga pariwisata menjadi lebih cerdas dan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan dan pengusaha pariwisata.))
Pariwisata di Era Teknologi Informasi((Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu mengubah, mengkomunikasikan, menyimpan dan menyebarkan informasi berbasis kombinasi komputasi dan telekomunikasi.)) 4.0

Ekonomi Kerakyatan
Siapa-siapa yang menguasai pasar, sesungguhnya ia akan mengendalikan alat produksi, sekaligus menggerakan roda perekonomian, maka pasar pariwisata harus dikuasai oleh masyarakat pariwisata((Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah, dan Pemerintah Daerah. (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan))), berasaskan ekonomi kerakyatan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

BAB I
PENGERTIAN UMUM

Pasal 1
GERBANG DIGITAL PARIWISATA 4.0
BERBASIS LOKALITAS

    1. Gerbang Digital Pariwisata berbasis lokalitas menempatkan masyarakat lokal sebagai pusat ekosistem pariwisata((Ekosistem Pariwisata sebagai suatu sistem yang mengaitkan dan mengoptimalkan komponen-komponen pariwisata untuk kesejahteraan, nilai tambah, kepuasan dan kelestarian meliputi produk dan jasa pariwisata, karakter pariwisata, penggerak sistem pariwisata dan penggerak sektor pariwisata.)), bertujuan untuk membangkitkan potensi kepariwisataan dengan azas ekonomi kerakyatan dan nilai-nilai wisata ramah((Wisata Ramah meliputi nilai-nilai kebaikan yang berkelanjutan dan bertambahnya kebermanfaatan (berkah) terhadap lingkungan, masyarakat dan para pihak yang terlibat dalam kepariwisataan.)) serta menciptakan pengalaman wisata yang diperkaya dengan bantuan teknologi untuk kemudahan wisatawan dan pengusaha pariwisata((Pengusaha Pariwisata adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha pariwisata. (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan))).
    2. Gerbang Digital Pariwisata 4.0 berbasis lokalitas((Lokalitas berkaitan dengan tempat atau wilayah tertentu yang terbatas atau dibatasi oleh wilayah lain. Lokalitas mengasumsikan adanya sejumlah garis pembatas yang bersifat permanen, tegas, dan mutlak yang mengelilingi satu wilayah atau ruang tertentu. Dalam hal ini lokalitas adalah Perwilayahan meliputi kawasan pariwisata, wilayah administratif kabupaten / kota dan taman nasional.)) yang selanjutnya sebut Gerbang Digital Pariwisata Indonesia  adalah himpunan dari entitas(( Entitas dalam pariwisata meliputi tempat wisata, hotel dan tempat akomodasi lainya, restaurant dan usaha sejenisnya, pedagang oleh-oleh / cinderamata, pengrajin dan usaha sejenisnya, EO pariwisata dan lainnya, masyarakat desa wisata, usaha kreatif dan lainnya, pegiat dan penggiat pariwisata dan Usaha kreatif yang terkait secara langsung dan tidak langsung dalam aktivitas kepariwisataan dan atau semua yang terhubung dengan usaha pariwisata.)) industri pariwisata((Industri Pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata. (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan))) dalam sistem informasi Gerbang Digital Pariwisata 4.0 Perwilayahan((Perwilayahan merupakan proses penggolongan wilayah berdasarkan ciri-ciri dan kriteria tertentu meliputi kawasan pariwisata, wilayah administratif kabupaten / kota dan Taman Nasional di Indonesia)) yang membentuk lanskap ekosistem digital((Ekosistem Digital adalah bentuk interaksi sosial melalui infrastruktur sistem teknologi informasi dan komunikasi yang saling memberikan dampak satu dengan lainnya.)) untuk pemasaran dan promosi pariwisata Indonesia.
    3. Gerbang Digital Pariwisata 4.0 Perwilayahan yang selanjutnya disebut dengan Gerbang Digital Pariwisata 4.0 adalah Perkumpulan((Perkumpulan adalah badan hukum yang merupakan kumpulan para penggiat dan pegiat pariwisata dan usaha kreatif, akademisi, pengusaha dan pemerintah yang didirikan untuk mewujudkan kesamaan maksud dan tujuan Gerbang Digital Pariwisata dan tidak membagikan keuntungan kepada anggotanya)), Manajemen dan Bisnis Pariwisata dan atau usaha pariwisata ((Usaha Pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraan pariwisata. (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan))) dengan Pustaka Perwilayahan sebagai sistem informasi((sistem informasi  adalah kombinasi dari manusia, fasilitas/alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud untuk menata jaringan komunikasi, proses atau transaksi tertentu dan rutin, di mana setiap orang dapat berinteraksi dengan teknologi dalam proses mendukung usaha pariwisata dan membangun jejejaring sosial.)).
    4. Gerbang Digital Pariwisata Indonesia adalah sekumpulan data dan informasi kepariwisataan dan Usaha / Ekonomi Kreatif((Ekonomi Kreatif adalah perwujudan nilai tambah dari kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia yang berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan, dan/atau teknologi. (UU 24/2019 tentang Ekonomi Kreatif))) yang terhimpun dalam aplikasi(( Aplikasi adalah suatu perangkat lunak atau program komputer yang beroperasi pada sistem tertentu yang diciptakan dan dikembangkan untuk melakukan perintah tertentu.)) android, IOS maupun website dan dapat diakses secara umum/terbuka pada platform Pustaka Indonesia dan Pustaka Perwilayahan.
    5. Lokalitas pada Gerbang Digital Pariwisata Indonesia meliputi semua aspek kepariwisataan((Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan pengusaha. (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan))) dan Usaha Kreatif, manajemen dan bisnis pariwisata yang berada pada kawasan pariwisata((Kawasan Pariwisata adalah suatu wilayah geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administrasi yang memiliki ciri khas tertentu dan dengan sengaja dibangun serta dikembangkan untuk tujuan pariwisata.)) dan atau yang berada pada wilayah administrasi kabupaten/kota dan Taman Nasional, dikelola oleh warga dan atau lembaga yang berkedudukan dan atau tinggal/menetap dan atau melakukan aktivitas kepariwisataan((Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan pengusaha. (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan))) di perwilayahan.

Pasal 2
LOKALITAS
DALAM GERBANG DIGITAL PARIWISATA INDONESIA

    1. Lokalitas pada Gerbang Digital Pariwisata Indonesia berkaitan dengan kehidupan sosial, kearifan lokal, seni, budaya dan lingkungan pembentuknya yang bersifat setempat. Dan, yang menjadi komponen sumber daya pariwisata pada suatu wilayah atau perwilayahan formal ataupun fungsional.
    2. Lokalitas dalam Gerbang Digital Pariwisata Indonesia merujuk pada perwilayahan dan bersifat setempat meliputi kawasan pariwisata, wilayah administratif kabupaten atau kota dan Taman Nasional.
    3. Lokalitas dalam Gerbang Digital Pariwisata Indonesia meliputi semua aspek informasi pariwisata dan Usaha Kreatif, manajemen dan bisnis pada Gerbang Digital Pariwisata 4.0 yang bersifat setempat, dikelola oleh warga dan atau lembaga yang berkedudukan dan atau tinggal/menetap dan atau melakukan aktivitas pariwisata di perwilayahan.

Pasal 3
PUSTAKA INDONESIA

    1. Pustaka Indonesia adalah identitias merek dagang (Brand Mark) Platform Digital Gerbang Digital Pariwisata Indonesia yang disematkan pada aplikasi Android, IOS dan Website.
    2. Pustaka Indonesia merupakan lanskap ekosistem digital pariwisata Indonesia, di mana setiap orang dapat berinteraksi dengan teknologi dan mendukung proses pariwisata pada tingkat nasional.

Pasal 4
PUSTAKA PERWILAYAHAN

    1. Pustaka Perwilayahan adalah identitas merek dagang Platform Digital Gerbang Digital Pariwisata 4.0 yang disematkan pada setiap kawasan pariwisata, wilayah administratif kabupaten, kota dan Taman Nasional yang ada di Indonesia dengan aplikasi Android, IOS dan Website.
    2. Pustaka Perwilayahan merupakan sistem informasi (SI) dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), di mana setiap orang dapat berinteraksi dengan teknologi dan mendukung proses bisnis pariwisata di setiap kawasan pariwisata, wilayah administratif kabupaten/kota dan Taman Nasional yang ada di Indonesia.
    3. Pustaka perwilayahan merupakan himpunan entitas industri pariwisata yang berada pada kawasan wisata, wilayah administratif  kabupaten/kota dan Taman Nasional, terhimpun dalam sistem informasi perwilayahan dan tersambung pada lanskap ekosistem digital informasi pariwisata Indonesia.

Pasal 5
PUSTAKA PUNCAK

    1. Pustaka kependekan dari Pusat Informasi Pariwisata kawasan/kota/kabupaten. Dan, Pustaka Puncak diartikan sebagai “Pusat Informasi Pariwisata Kawasan Puncak”
    2. Pustaka Puncak adalah himpunan entitas industri pariwisata dalam sistem informasi (SI) dan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pemasaran dan usaha pariwisata dan kreatif di  kawasan wisata Puncak.
    3. Pustaka Puncak merupakan Pustaka Perwilayahan yang berkedudukan di kawasan pariwisata Puncak, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
    4. Pustaka Puncak adalah role model Platform digital, manajemen dan bisnis Gerbang Digital Pariwisata 4.0 pada kawasan pariwisata Puncak di kabupaten Bogor.
    5. Platform Digital Pustaka Puncak  adalah himpunan/kumpulan pengetahuan dan informasi atas industri pariwisata yang berada dikawasan pariwisata Puncak Bogor dalam aplikasi android, IOS dan website, Pustaka Puncak menghadirkan informasi pariwisata dengan slogan “Puncak dalam satu genggaman”.

BAB II
EKONOMI KERAKYATAN
DALAM GERBANG DIGITAL PARIWISATA INDONESIA

    1. Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat, berasas kekeluargaan, dan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat, yang selanjutnya disebut sebagai Usaha Kecil dan Menegah (UKM). 
    2. Ekonomi kerakyatan dalam Gerbang Digital Pariwisata Indonesia dimaksudkan sebagai kegiatan ekonomi dan atau usaha yang dijalankan oleh warga kebanyakan (popular) pada Gerbang Digital Pariwisata 4.0 yang bersama-sama mengelola sumber daya pariwisata dan Usaha Kreatif, bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dan persaingan sehat dengan Pustaka Perwilayahan sebagai media pemasaran dan promosi pariwisata.
    3. Ekonomi kerakyatan dalam Gerbang Digital Pariwisata Indonesia adalah upaya penghapusan monopoli pasar pariwisata dan usaha kreatif dari sistem yang dikendalikan oleh pemilik swasta dan atau sekelompok orang dengan kekuatan modal dan teknologi dengan tujuan memperoleh keuntungan ekonomi sebesar-besarnya dalam ekonomi pasar. Selanjutnya, dikembalikan kepada penggiat dan pegiat pariwisata melalui penyelenggaraan dan mekanisme persaingan yang berkeadilan, berasas kekeluargaan dan berkedaulatan masyarakat pariwisata dengan platform digital Pustaka Perwilayahan sebagai media pemasaran dan promosi pariwisata 
    4. Gerbang Digital Pariwisata 4.0 berasal dari masyarakat pariwisata yang dilakukan oleh para pegiat dan penggiat pariwisata untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dan kemajuan dunia pariwisata Indonesia.

BAB III
PERKUMPULAN
GERBANG DIGITAL PARIWISATA INDONESIA

    1. Perkumpulan Gerbang Digital Pariwisata Indonesia merupakan kumpulan penggiat dan pegiat pariwisata dan Usaha Kreatif, akademisi, pengusaha dan pemerintah untuk mewujudkan pariwisata 4.0 yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan masyarakat pariwisata dan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat.
    2. Perkumpulan Gerbang Digital Pariwisata 4.0 terdiri dari pemilik tempat wisata, hotel dan tempat akomodasi lainya, restaurant dan usaha sejenisnya, pedagang oleh-oleh / cinderamata, pengrajin dan usaha sejenisnya, EO pariwisata dan lainnya, masyarakat desa wisata, usaha kreatif dan lainnya, pegiat dan penggiat pariwisata dan usaha kreatif yang terkait secara langsung dan tidak langsung dalam kegiatan pariwisata yang berkedudukan di setiap kawasan pariwisata, wilayah administrtif kabupaten/kota dan Taman Nasional di Indonesia.
    3. Perkumpulan Gerbang Digital Pariwisata 4.0 mengelola Pustaka Perwilayahan sebagai media informasi, pemasaran dan usaha pariwisata dan kreatif untuk kepentingan anggota dan dunia pariwisata di Perwilayahan.

Home » Gerbang Digital Pariwisata

The post Pengertian dalam Gerbang Digital Pariwisata 4.0 Indonesia appeared first on Highland Camp.

]]>
Pustaka Puncak ; Role model Gerbang Digital Pariwisata Indonesia berbasis lokalitas https://highlandcamp.co.id/pustaka-puncak https://highlandcamp.co.id/pustaka-puncak#respond Thu, 17 Sep 2020 06:48:49 +0000 https://highlandcamp.co.id/?p=5590 Gerbang Digital Pariwisata Indonesia 4.0 Siapa-siapa yang menguasai pasar, sesungguhnya ia akan mengendalikan alat produksi, sekaligus menggerakan roda perekonomian, maka pasar pariwisata harus dikuasai oleh masyarakat pariwisata, berasaskan ekonomi kerakyatan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. -Kiade- Pustaka Indonesia adalah himpunan entitas industri pariwisata dalam ekosistem digital perwilayahan sehingga membentuk sebuah lanskap informasi digital pemasaran dan promosi [...]

The post Pustaka Puncak ; Role model Gerbang Digital Pariwisata Indonesia berbasis lokalitas appeared first on Highland Camp.

]]>

Gerbang Digital Pariwisata Indonesia 4.0

Siapa-siapa yang menguasai pasar, sesungguhnya ia akan mengendalikan alat produksi, sekaligus menggerakan roda perekonomian, maka pasar pariwisata harus dikuasai oleh masyarakat pariwisata, berasaskan ekonomi kerakyatan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. -Kiade-

Pustaka Indonesia adalah himpunan entitas industri pariwisata dalam ekosistem digital perwilayahan sehingga membentuk sebuah lanskap informasi digital pemasaran dan promosi pariwisata Indonesia, meliputi gerbang digital pariwisata perwilayahan yang ada di setiap kawasan pariwisata, wilayah administratif kabupaten/kota dan Taman Nasional di Indonesia. Dan, Pustaka Indonesia merupakan platform Gerbang Digital Pariwisata Indonesia berbasis lokalitas((Lokalitas (locality) berkaitan dengan tempat atau wilayah tertentu yang terbatas atau dibatasi oleh wilayah lain. Lokalitas mengasumsikan adanya sejumlah garis pembatas yang bersifat permanen, tegas, dan mutlak yang mengelilingi satu wilayah atau ruang tertentu. Dalam konsep Gerbang Digital Pariwisata 4.0, lokalitas meliputi kawasan pariwisata, sebuah wilayah administratif kabupaten/kota, kawasan pariwisata dan Taman Nasional yang ditentukan dan disepakati oleh perkumpulan.)) dan komunitas((Adalah kelompok sosial pegiat dan penggiat pariwisata Indonesia)). Dihadirkan oleh para pegiat dan penggiat pariwisata Indonesia dengan menyuguhkan beragam informasi terkait obyek daya tarik wisata, akomodasi, kreatif, kuliner, budaya dan kearifan lokal, desa wisata, program perjalanan wisata, MICE dan lainnya dalam aplikasi android, IOS maupun website.

Dengan mengusung tema “Puncak dalam satu genggaman”, pada tanggal 12-13 September 2020 di Puncak Bogor, Pustaka Indonesia memperkenalkan logo Pustaka sebagai brand identity Gerbang Digital Pariwisata Indonesia yang sekaligus menjadikan kawasan pariwisata Puncak adalah role model pengembangan platform digital, manajemen bisnis pariwisata dan kreatif yang mengusung ekonomi kerakyatan((1) Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat, yang selanjutnya disebut sebagai Usaha Kecil dan Menegah (UKM); 2) Ekonomi rakyat dalam Gerbang Digital Pariwisata Indonesia berbasis lokalitas dimaksudkan sebagai kegiatan ekonomi atau usaha yang dijalankan oleh warga kebanyakan (popular) dalam suatu wilayah kabupaten, kota atau kawasan yang dengan bersama-sama mengelola sumber daya ekonomi pariwisata dan pendukungnya.)) sebagai pondasinya.

Figure-1 : Perspektif Gerbang Digital pariwisata Indonesia

Gerbang Digital Pariwisata Indonesia adalah sekumpulan data dan informasi kepariwisataan yang terhimpun dalam aplikasi android, IOS maupun website dan dapat diakses secara umum/terbuka pada platform Pustaka Indonesia dan Pustaka perwilayahan. Platform Digital dan manajemen bisnis Pustaka Indonesia dan Pustaka perwilayahan dikelola oleh para pegiat dan penggiat pariwisata yang terhimpun dalam perkumpulan((Perkumpulan adalah badan hukum yang merupakan kumpulan para penggiat dan pegiat pariwisata dan usaha kreatif, akademisi, pengusaha dan pemerintah yang didirikan untuk mewujudkan kesamaan maksud dan tujuan Gerbang Digital Pariwisata dan tidak membagikan keuntungan kepada anggotanya)) Gerbang Digital Pariwisata 4.0.

Perkumpulan Gerbang Digital Pariwisata Puncak (GDP Puncak) terdiri dari para penggiat dan pegiat pariwisata, pemilik camp, tempat wisata, hotel dan tempat akomodasi lainya, restaurant, pedagang oleh-oleh dan cinderamata, pengrajin, EO pariwisata, masyarakat desa wisata dan lainnya serta para pegiat dan penggiat usaha kreatif yang terkait secara langsung dengan aktivitas kepariwisataan di Puncak, merupakan pembangkit pariwisata 4.0 di kawasan Puncak, kabupaten Bogor yang merupakan pengusung Pustaka Puncak.

Hadirnya Pustaka Puncak merupakan upaya para pegiat dan penggiat pariwisata yang menetap dan beraktivitas dikawasan pariwisata Puncak untuk membangun dan mengembangkan pusat informasi wisata “Puncak dalam satu genggaman” dengan menggunakan aplikasi android, IOS dan website. Berharap dengan hadirnya Pustaka Puncak ini dapat memberikan faedah yang lebih baik atas destinasi pariwisata secara berkelanjutan, meningkatkan ekonomi warga Puncak dan manfaat lainnya bagi masyarakat dan lingkungan kawasan puncak dan sekitarnya, dunia usaha dan wisatawan.

Pustaka Puncak adalah himpunan entitas industri pariwisata dikawasan puncak dalam ekosistem digital informasi dan pemasaran pariwisata Puncak Bogor.

– Kiade –

Gerbang Digital Pariwisata Indonesia berbasis lokalitas merupakan lanskap  digital pariwisata Indonesia

Masyarakat yang menetap/tinggal dan beraktivitas disuatu wilayah (lokal), itu memiliki kemampuan lebih untuk menghadirkan detail demi detail dari setiap sudut keindahan lansekap alam, arsitektur, budaya dan lainnya kedalam sebuah narasi, juga pada jepretan lensa-lensa kamera. Dan, mereka memiliki kemampuan untuk menghadirkan rasa yang terkandung pada setiap destinasi ataupun atraksi wisata untuk dihadirkan dalam sebuah informasi. Hal ini dikarenakan interaksi yang terbangun diantara mereka selama bertahun-tahun pada sebuah destinasi maupun atraksi wisata serta pada elemen pendukungnya telah melahirkan kontruksi pengetahuan secara mendetail yang sekaligus membangun pengalaman atas keadaan wilayahnya.

Lokal Perwilayahan dalam Gerbang Digital Pariwisata Indonesia (GDP) meliputi semua aspek informasi kepariwisataan yang berada disebuah kawasan pariwisata atau yang berada pada wilayah administratif kabupaten/kota dan Taman Nasional, disajikan dalam satu platform digital, dikelola oleh warga yang tinggal, menetap dan melakukan aktivitas pariwisata dan usaha kreatif diwilayahnya serta terhimpun dalam komunitas Gerbang Digital Pariwisata perwilayahan, hal ini termasuk manajemen bisnis dan kelembagaan.

Informasi yang bersifat lokal ini bersumber dari para pegiat dan penggiat pariwisata yang secara langsung bergerak pada bidangnya masing-masing, terhimpun dalam sebuah komunitas pariwisata, lembaga usaha jasa pariwisata ataupun perorangan yang memiliki aktivitas dan kecenderungan pengetahuan sesuai pada bidangnya. Dengan hal ini, maka informasi yang disodorkan dalam platform digital pariwisata memiliki kesesuaian dengan keadaan yang sebenarnya, karena semua pihak memiliki kepentingan atas informasi yang terbitkan (di publish). Seperti halnya informasi tempat camping yang bersumber dari komunitas para pegiat dan penggiat aktivitas berkemah, atau paket wisata yang bersumber dari lembaga atau perorangan yang telah berpengalaman dalam menangani program wisata yang dimilikinya, dan lain sebagainya.

Dengan hal ini, platform Gerbang Digital Pariwisata Indonesia berbasis lokalitas akan mampu menghadirkan kebenaran atas informasi kepariwisataan berdasar perwilayahan dengan menampilkan keragaman informasi pada setiap elemen bidang dalam pariwisata dan usaha kreatif secara mendetail. Hal ini bisa terjadi karena adanya interkasi secara langsung antara lembaga, komunitas pembangun pariwisata lokal serta perorangan penggiat dan pegiat pariwisata yang merupakan sumber informasi utama (primer) dengan platform digital yaitu aplikasi android, IOS ataupun website sebagai media komunikasi dan informasi untuk konsumsi masyarakat Indonesia.

Gerbang Digital Pariwisata berbasis lokalitas menempatkan masyarakat lokal sebagai pusat ekosistem pariwisata yang meliputi wisatawan, penyedia jasa pariwisata dan usaha kreatif, penyedia tempat wisata dan pemerintah sebagai pemangku kepentingan (stakeholder), bertujuan untuk membuka dan mengembangkan seluruh potensi di sektor pariwisata dengan yang berasaskan ekonomi kerakyatan dan untuk menciptakan pengalaman wisata yang diperkaya dengan bantuan teknologi.

…the Tourism 4.0 Collaboration Platform addresses both issues (the social and natural environment) by putting the local community in the center of the tourism ecosystem since it plays a crucial role in the implementation of the technological solutions of tourism for the future

tourism4-0.org

Pustaka Puncak sebagai role model Gerbang Digital Pariwisata Indonesia ditingkat lokal Puncak Bogor 

Pustaka kependekan dari Pusat Informasi Pariwisata kawasan/kota/kabupaten. Dan, Pustaka Puncak dapat diartikan sebagai “Pusat Informasi Pariwisata Kawasan Puncak”. Pustaka Puncak menginformasikan tentang tempat wisata, camping ground, villa, hotel dan tempat akomodasi lainnya, restauran, toko souvenir/cinderamata, warung oleh-oleh, produk kreatif dan lainnya, program perjalanan wisata, MICE, dan lainnya yang ada dalam kawasan pariwisata Puncak Bogor. Pustaka Puncak merupakan himpunan entitas industri pariwisata dikawasan puncak dalam ekosistem digital perwilayahan yang terhubung dalam lanskap digital informasi pariwisata Indonesia.

Pustaka Puncak merupakan role model dari 1. Platform digital; 2. Manajemen dan bisnis; serta 3. Model pengembangan perkumpulan Gerbang Digital Pariwisata perwilayahan (GDP Puncak). Dan, daerah yang akan segera melakukan pengembangan atas role model Pustaka Puncak adalah Majalengka, Cirebon, Banyuwangi, Magelang, Wonosobo, Kepulauan Riau (Kepri) dan Djogyakarta (bersumber dari situs pemberitaan IFTA).

    1. Platform Digital Pustaka Puncak ; adalah himpunan/kumpulan pengetahuan dan informasi atas industri pariwisata yang berada dikawasan pariwisata Puncak Bogor dalam aplikasi android, IOS dan website, atau dengan kata lain Pustaka Puncak menghadirkan informasi pariwisata “Puncak dalam satu genggaman”.
    2. Management dan Bussiness ; adalah proses tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan atas platform digital, sehingga terciptanya aktivitas pariwisata dan dampak keekonomian kepada para pegiat dan penggiat pariwisata di Puncak yang bersumber dari platform Pustaka Puncak. 
    3. Perkumpulan GDP Puncak ; adalah masyarakat pariwisata di kawasan Puncak yang meliputi para pemilik dan pengelola hotel, camp, villa, dan akomodasi lainnya, tempat wisata, warung kopi, souvenir/oleh-oleh, pelaku kreatif dan lainnya, serta para pegiat serta penggiat serta aktivitas pariwisata dan lainnya. Perkumpulan Gerbang Digital Pariwisata Puncak (GDP Puncak) merupakan pelaku utama sebagai pembangkit Pariwisata di Puncak Bogor dengan platform digital sebagai medianya. 

Pustaka Puncak merupakan sistem informasi (SI)((kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atau transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat. (John F. Nash)))dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), di mana setiap orang dapat berinteraksi dengan teknologi dan mendukung proses bisnis pariwisata dan usaha kreatif di kawasan Puncak Bogor. Sistem Informasi yang dimaksud, bahwa Pustaka Puncak tidak hanya sebatas merujuk pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi semata, tetapi juga cara dimana para penggiat dan pegiat pariwisata dan usaha kreatif yang berada di kawasan puncak dapat berinteraksi dengan teknologi, membangun jejaring sosial dan bisnisnya dalam mendukung proses dan aktivitas pariwisata dan kreatif.

pustaka indonesia

Pustaka Indonesia ; Ekosistem digital yang terbentuk dari Gerbang Digital Pariwisata lokal

Pustaka Indonesia adalah himpunan dari entitas industri pariwisata dalam ekosistem digital perwilayahan sehingga membentuk sebuah lanskap informasi digital untuk pemasaran dan promosi pariwisata Indonesia, terdiri dari gerbang digital pariwisata perwilayahan yang ada pada setiap kawasan pariwisata, kabupaten maupun kota di Indonesia.

Disetiap daerah di Indonesia memiliki pesonanya sendiri yang khas dan unik dengan beragam detail-detailnya, hal ini menjadi penciri sekaligus pembeda antara satu dengan daerah lainnya di kepulauan Nusantara untuk dihadirkan pada dunia pariwisata. Perbedaan adalah pesona keindahan akan Indonesia, Kekayaan alam, budaya, kearifan lokal, arsitektur dan lainya yang belum terinformasikan oleh media nasional maupun internasional, hakekatnya memiliki pesona yang sepadan dengan obyek daya tarik wisata dan atraksi wisata yang sudah populer seantero negeri.

Penghimpunan informasi atas pesona dan kekayaan obyek daya tarik wisata (ODTW) ataupuan atraksi wisata lokal oleh komunitas tempatan dimana destinasi pariwisata itu berada,((adalah suatu entitas yang mencakup wilayah geografis tertentu yang didalamnya terdapat komponen produk pariwisata (attraction, amenities, accebilities) dan layanan, serta unsur pendukung lainnya (masyarakat, pelaku industri pariwisata, dan institusi pengembang) yang membentuk sistem yang sinergis dalam menciptakan motivasi kunjungan serta totalitas pengalaman kunjungan bagi wisatawan.)), yang selanjutnya ditampilkan pada Pusat Informasi Wisata (Pustaka) lokal sebagai sebuah informasi yang bersifat perwilayahan, merupakan lansekap digital pariwisata lokal. Dan, dari kumpulan data yang tersimpan pada setiap Pustaka lokal tersebut, selanjutnya terintegrasi pada Pustaka Indonesia untuk disebarkan ke gerbang digital pariwisata lokal lainnya yang tersebar diseluruh nusantara. Inilah lanskap digital yang dibangun dan kembangkan oleh Pustaka Indonesia sebagai Gerbang Digital Pariwisata Indonesia berbasis lokalitas untuk kepentingan informasi wisata dan pemasaran. dengan kata lain bahwa “Pustaka Indonesia merupakan himpunan dari entitas((adalah sesuatu yang memiliki keberadaan yang unik dan berbeda, walaupun tidak harus dalam bentuk fisik. Entitas dalam informatika adalah benda, orang, tempat, unit, objek atau hal lainnya yang mempresentasikan data, dan data tersebut akan disimpan ke dalam pangkal data.)) industri pariwisata ditingkat lokal dalam ekosistem Gerbang Digital Pariwisata perwilayahan ((kawasan pariwisata, kabupaten dan kotamadya))sehingga membentuk satu lanskap informasi digital untuk pemasaran dan promosi pariwisata Indonesia”. (Bersambung : Gerbang Digital Pariwisata Indonesia 4.0 Berbasis Lokalitas)

Penulis : Ade Zaenal Mutaqin ((Penggiat Wisata Minat Khusus dan aktivis Pariwisata Ramah))
CP : 0819-1005-4000
Kolaborasi : Hendra Elang Perdana ((Ketua Umum IFTA)) CP : 0822-1587-1374
Fotografer : Inner Voice

Pustaka Indonesia adalah himpunan dari entitas industri pariwisata dalam ekosistem digital perwilayahan sehingga membentuk sebuah lanskap informasi digital dan pemasaran pariwisata Indonesia

– Kiade –

Home » Gerbang Digital Pariwisata

The post Pustaka Puncak ; Role model Gerbang Digital Pariwisata Indonesia berbasis lokalitas appeared first on Highland Camp.

]]>
https://highlandcamp.co.id/pustaka-puncak/feed 0