Wisata Desa Camp terbaik dan terbesar di Bogor Tue, 28 Jun 2022 10:39:14 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://highlandcamp.co.id/app/uploads/logo-highland-camp_1-150x150.png Wisata Desa 32 32 Handout Kuliah Akademi Desa 4.0; Potensi kearifan lokal sebagai daya tarik wisata desa https://highlandcamp.co.id/potensi-kearifan-lokal-sebagai-daya-tarik-wisata-desa Tue, 22 Sep 2020 10:18:43 +0000 https://highlandcamp.co.id/?p=5718 Handout kuliah online Akademi Desa 4.0, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI, 11 september 2020 oleh Ade Zaenal Mutaqin Kearifan lokal((Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Dalam bahasa asing sering juga dikonsepsikan sebagai [...]

The post Handout Kuliah Akademi Desa 4.0; Potensi kearifan lokal sebagai daya tarik wisata desa appeared first on Highland Camp.

]]>
Handout kuliah online Akademi Desa 4.0, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI, 11 september 2020 oleh Ade Zaenal Mutaqin

Kearifan lokal((Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Dalam bahasa asing sering juga dikonsepsikan sebagai kebijakan setempat local wisdom atau pengetahuan setempat “local knowledge” atau kecerdasan setempat local ( genious Fajarini 2014:123).)) merupakan kebenaran yang telah mentradisi pada masyarakat, bersifat melekat pada karakter sebuah komunitas disuatu tempat, terlahir dari tempaan lingkungan secara turun menurun sehingga menjadi tata nilai, kebiasan, tradisi, budaya yang menjadi aturan dan kesepakatan tempatan. Kearifan lokal sebagai gagasan-gagasan suatu komunitas dipenuhi oleh nilai-nilai kebijaksanan (wisdom), tertanam dan diikuti oleh setiap individu didalam sebuah komunitas. Juga, sebagai suatu pengetahuan yang diwariskan secara turun menurun dan dari generasi ke generasi yang tercipta melalui proses pengalaman dan pemahaman atas keadaan lingkungan disuatu tempat, lalu diintegrasikan pada pola perilaku hidup dan kehidupan sehari-hari. Dan belakangan, kearifan lokal telah menjadi daya tarik pariwisata di Indonesia, hal ini karena didalamnya terkandung nilai keramahan atas interaksi sosial masyarakat dan lingkungan, serta keunikan kehidupan sebuah komunitas yang menjadi pesona bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan baik di Indonesia maupun mancanegara.

Dalam Undang-Undang No.10 tahun 2009 tentang kepariwisataan, termaktub didalamnya bahwa “pembangunan kepariwisataan diperlukan untuk mendorong pemerataan kesempatan berusaha dan memperoleh manfaat serta mampu menghadapi tantangan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global”. Dalam hal ini, kehidupan masyarakat yang tinggal dipedesan dengan segala bentuk kearifan lokalnya (local wisdom) menjadi potensi pariwisata untuk dikembangkan sebagai salah satu dari banyak cara guna meningkatkan perekonomian masyarakat desa, sekaligus melestarikan lingkungan, tradisi dan kebudayaan, dls. Pengembangan potensi wisata desa dengan mengangkat kearifan lokal masyarakat yang bermukim didalamnya sebagai salah satu daya tarik wisata desa harus pula di imbangi dengan perlindungan atas kearifan lokal itu sendiri oleh berbagai elemen kepariwisataan dari dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya aktivitas wisata yang dapat mengubah perilaku sosial kehidupan dan lingkungan masyarakat desa yang bersahaja dengan nilai-nilai kearifan lokal yang dianutnya.

Sebagian besar kondisi geografis dan karakteristik pedesaan merupakan lingkungan yang masih alami dengan masyarakatnya yang menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal, inilah yang menjadi daya tarik masyarakat perkotaan baik domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke desa-desa di Indonesia, untuk berwisata dan mendapatkan sebuah kualitas perjalanan dari wisata desa. Kecenderungan wisatawan untuk berkunjung ke desa tidak lepas dari daya tarik lingkungan pedesaan dengan alamnya yang masih asri serta penduduknya yang bersahaja. Gerakan untuk kembali pada suatu yang masih alami “back to nature” yang menjadi trend wisata belakangan ini dapat dilakukan dengan melakukan perjalanan wisata alam dan dengan melihat serta merasakan kehidupan masyarakat desa yang masih menjungjung tinggi nilai-nilai kearifan sebagai masyarakat lokal yang bersahaja.

Permukiman tradisional maupun kehidupan adat istiadat yang masih dipertahankan oleh sebuah komunitas menjadi suatu hal yang menarik dan eksotis bagi wisatawan perkotaan yang berkunjung ke desa, seperti pemukiman kampung adat Ciptagelar dengan perilaku kehidupan masyarakatnya yang berada dalam kawasan pegunungan Halimun di Sukabumi, atau kehidupan masyarakat Kampung Adat Cireundeu di Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kampung Naga Desa Neglasari, di Tasikmalaya, Kampung Pulo, di Pulau Panjang yang berada di tengah Situ Cangkuang Garut, atau tradisi pertanian masyarakat Desa Malasari dengan berbagai bentuk aktivitas pendukung kegiatan bercocok tanam yang masih terjaga oleh hukum-hukum leluhur yang masih di pakaikan dengan apik pada keseharian penduduknya, dls.

Di sebagian desa ditatar sunda, contoh dari bentuk kearifan lokal yang menjadi potensi wisata desa adalah upacara seren tahun dan sedekah bumi, heleran ini merupakan akumulasi perilaku kehidupan pertanian yang menjadi hajatan tahunan dari sebuah komunitas lokal sebagai perlambang rasa syukur manusia terhadap Tuhan yang maha kuasa yang telah memberikan rezeki yang berlimpah melalui Bumi. Upacara yang dirayakan pada setiap tahunnya sehabis masa panen dan sebelum masa bercocok tanam ini telah menjadi daya tarik wisata desa berbalut budaya dipegunungan Halimun yang kawasannya berada di provinsi Jabar dan Banten.

Selain pemukiman dan lingkungan alam yang menjadi daya tarik wisata desa, pesona keramahan-tamahan yang telah ada sejak berabad-abad silam dan merupakan satu sifat kepribadian bangsa Indonesia, menjadi ranah pesona daya tarik wisata desa yang tidak dapat tergantikan oleh lainnya. Pesona keramah-tamahan sebagai aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat desa ditampilkan dalam beragam bentuk aktivitas wisata desa.

Pengembangan potensi kearifan lokal sebagai daya tarik wisata

Pengembangan potensi kearifan lokal sebagai daya tarik wisata desa harus menitik beratkan pada kelestarian alam, lingkungan, budaya serta kebermanfaatannya terhadap masyarakat desa secara berkelanjutan, dimana obyek daya tarik wisata berbasis kearifan lokal tersebut menjadi atraksi dan interaksi wisatanya. Oleh karenanya, pembangunan dan pengelolaan pariwisata desa berbasis kearifan lokal harus berpijak pada kelokalan itu sendiri atau pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism)((Pariwisata berbasis masyarakat merupakan salah satu jenis pariwisata yang memasukkan partisipasi masyarakat sebagai unsur utama dalam pariwisata guna mencapai tujuan pembangunan pariwisata berkelanjutan (Telfer dan Sharpley, 2008).)), pendekatan ini difokuskan terhadap partisipasi masyarakat lokal dalam perencanaan dan pengembangan potensi kearifan lokal sebagai daya tarik wisata. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan masyarakat bahwa lokal mendapatkan ruang dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan pariwisata sekaligus menjaga nilai-nilai kearifan lokal dari dampak yang ditimbulkan akibat pariwisata.

Yang utama dilakukan dalam membangkitkan potensi kearifan lokal sebagai daya tarik wisata desa adalah membangun sumber daya manusia masyarakat desa untuk pariwisata dan mengembangkan ceruk pasar pariwisata desa berbasis kearifan lokal, dua hal ini menjadi utama karena wisata itu sendiri merupakan interaksi sosial yang saling mendukung dan saling menguntungkan diantara warga masyarakat lokal di obyek daya tarik wisata dan obyek-obyek pendukungnya dengan para wisatawan.

Wisata desa dengan segala bentuk kekayaan yang terkandung didalamnya, menitik beratkan pada keindahan akan sebuah potensi alam dengan pesona masyarakat yang masih menjungjung tinggi kearifan lokal, potensi wisata desa seharusnya dilakukan oleh masyarakat sebagai pemilik lingkungan dan penjaga pesona keindahan alam, pemilik sosial budaya dan kearifan lokal, serta pemilik keramah tamahan. Hal ini guna menjaga kearifan lokal yang telah menjadi nadi kehidupan berabad silam agar tidak tercemari oleh budaya asing yang dibawa oleh wisatawan yang dapat mengubah pesona kearifan lokal.


Home » Wisata Desa

The post Handout Kuliah Akademi Desa 4.0; Potensi kearifan lokal sebagai daya tarik wisata desa appeared first on Highland Camp.

]]>
Lembur Pancawati ; Akomodasi Bernuansa Desa Wisata di Bogor https://highlandcamp.co.id/akomodasi-desa-wisata-lembur-pancawati Thu, 02 Jul 2020 07:26:59 +0000 https://highlandcamp.co.id/?p=4073 Nuansa Desa Wisata tercermin pada akomodasi dan kegiatan berbasis alam di Lembur Pancawati Asri, bersahabat dan menenangkan, itu mungkin tiga buah kata yang dapat menggambarkan suasana dan nuansa disebuah perkampungan-perkampung yang berada di kaki pegunungan, itupun adalah suasana yang hadir di Lembur Pancawati di kaki gunung Gede Pangrango. Nuansa alam pedesaan yang asri, berpadu padan [...]

The post Lembur Pancawati ; Akomodasi Bernuansa Desa Wisata di Bogor appeared first on Highland Camp.

]]>

Nuansa Desa Wisata tercermin pada akomodasi dan kegiatan berbasis alam di Lembur Pancawati

Asri, bersahabat dan menenangkan, itu mungkin tiga buah kata yang dapat menggambarkan suasana dan nuansa disebuah perkampungan-perkampung yang berada di kaki pegunungan, itupun adalah suasana yang hadir di Lembur Pancawati di kaki gunung Gede Pangrango. Nuansa alam pedesaan yang asri, berpadu padan dengan bangunan-bangunan ber-asitektur sunda dan berpadu peran dengan lingkungan alam pembentuk kehidupan, menghadirkan harmonisasi yang utuh bagi masyarkat perkotaan untuk melakukan pertemuan kerja / metting, lokakarya, pelatihan, atau sebatas liburan bersama keluarga di cottage yang berwawasan lingkungan.

Beberapa aktivitas yang menjadi khas Lembur Pancawati adalah program Tamasya Desa dan ekowisata, dua program yang menjadi penciri dan diunggulkan ini karena adanya dukungan alam di lingkungan Lembur Pancawati berupa hamparan persawahan, kebun agroforestry, hutan dan ruang-ruang terbuka hijau.
.

Ruang-ruang terbuka hijau yang mendominasi lingkungan lembur pancawati, kerap digunakan sebagai tempat kegiatan berbasis luar ruang (outdoor activities). Pengunjung tidak sebatas menikmati tinggal di pondokan bermaterialkan bambu dan kayu, terdapat beberapa lokasi untuk menenda, yang memiliki suasana layaknya seperti menenda di bumi perkemahan di kaki hutan pegunungan bawah seperti di kawasan pegunungan gunung halimun atau pungungan gunung gunung Gede Pangrango ataupun gunung Salak.

Pun, aktivitas berbasis luar ruang seperti gathering dan outbound yang dibalut dalam nuansa alam terbuka dengan kemah sebagai tempat menginapnya menjadi salah satu fasilitas yang disediakan oleh Lembur Pancawati. Memang agak sedikit berbeda dengan tempat camping yang sengaja didesain hanya untuk kegiatan bekemah seperti bumi perkemahan Sukamantri dan Buper Ciputri yang berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang sangat kental dengan nuansa hutan dan aktifitas petualangannya, atau dengan bumi perkemahan Highland Camp yang berada dalam kawasan wisata alam Curug Panjang yang terbentuk dari keindahan lanskap buatan yang memperlihatkan pola keteraturan sebuah tempat berkemah yang hadir diantara pesona hutan pegunungan dan elemen air. Lembur Pancawati memiliki nuansa dan suasana desa ketika berkemah di ruang-ruang terbuka hijaunya.
.

Whatsapp

Baca Juga :
Review Highland Camp Curug Panjang Megamendung Puncak Bogor Jawa Barat

Review Lembur Pancawati ; Akomodasi dengan nuansa desa wisata

Kesan yang hadir ketika pertama kali memasuki Lembur Pancawati adalah suasana Desa Wisata atau suasana perkampungan Sunda. Hal itu terlihat dari arsitektur bergaya tradisional sunda yang ditampilkan dengan bahan pembangunnya didominasi oleh material bambu, ijuk, kayu dan material lainnya yang alami, dengan tetap menggunakan sentuhan modern pada elemen-elemen tertentu. Selain akomodasi seperti pondok-pondok penginapan, aula dan lainnya yang memberikan kesan akan nuansa Desa Wisata / perkampungan Sunda, alam di lingkungan Lembur Pancawati dalam suasana perdesaan yang tenang, asri, bersih dan nyaman pun turut menguatkan suasana.

Lembur Pancawati dikembangkan sebagai manifestasi dari konsep kembali ke alam, dan merupakan solusi alternatif untuk melakukan pertemuan kerja, lokakarya, pelatihan, rekreasi dan ibadah dalam nuansa dan suasana desa yang tenang, bersahabat, dan menyamankan. Lembur Pancawati adalah tempat untuk mengenal, mempelajari, dan menikmati keindahan alam beserta lingkungannya yang dihadirkan dalam suasana perdesaan dengan tetap melakukan agenda-agenda pertemuan ataupun pelatihan kantor / lembaga maupun sebatas untuk wisata keluarga.
.

Sarana akomodasi dan fasilitas di Lembur Pancawati

Lembur Pancawati yang lokasinya berbatasan dengan Villa Ratu disebelah tenggaranya, memiliki fasilitas guna mendukung kegiatan family gathering, company outing, outbound, acara metting kantor, team / character building program, LDK dan kegiatan-kegiatan lainnya yang berbasis indoor maupun outdoor. Sarana dan prasarana yang tersedia untuk menfasilitasi kegiatan-kegiatan termaktub diatas berupa penginapan, ruang pertemuan  dan lainnya :

    1. Aula ; terdapat tiga ruang pertemuan yang masing masing nya berkapasitas 25 orang, 150 orang dan 200 orang, memiliki desain arsitektur sunda dengan bangunan sebagian besar bermaterialkan bambu. Aula yang difasilitasi dengan kursi-kuri kayu, meja, alat pengeras suara. proyektor dan fasilitas pendukung acara dalam ruangan, merupakan aula dengan dinding setengah terbuka. 
    2. Teater : Teater alam terbuka yang dapat menampung s.d 100 orang merupakan area yang difasilitasi oleh tempat-tempat duduk bermaterialkan tembok dengan pusat teater adalah perapian untuk api unggun yang berbentuk bulat.
    3. Kolam Renang ; terdapat dua kolam renang yang airnya berasal dari mata air yang berada ditengah Lembah
    4. Fasilitas Olahraga ; terdapat sarana olahraga dan lapangan luas yang dapat digunakan untuk beragam aktivitas olahraga.
    5. Permainan anak-anak ; disekitar lingkungan Lembur Pancawati terdapat rumah pohon dan Play ground yang diperuntukan bagi anak-anak bermain.
    6. Perapian ; terdapat dua spot untuk api unggun
    7. Air Terjun ; terjunan air setinggi 3-4 meter dengan dingding cadas dan kolam terjunan yang tidak terlalu dalam digunakan untuk bermain air dan berendam
    8. Sungai ; sungai dengan air yang jernih yang membelah kampung Pancawati kerap digunakan sebagai jalur telusur sungai dan beramain air.
    9. Jogging dan jungle track ; disekitar hutan / kawasan dengan pohon-pohon yang rindang dan besar, terdapat rute jalanan setapak untuk aktivitas joging maupun jelajah hutan
    10. Pemancingan dan kolam ikan ; terdapat pemancingan dan kolam ikan untuk kegiatan memancing disela-sela santai, atau menangkap ikan bagi anak-anak sekolah dalam program tamasya desa.

1. Cottage serasa di Desa Wisata

Terdapat tujuh pondok penginapan yang memiliki kapasitas tampung sampai dengan 200 orang. Di desa wisata, tempat menginap wisatawan lebih populer dengan sebutan homestay atau cottage. Di Pancawati, pondok-pondok untuk mengipa berada dalam kawasan hijau, dibawah tajuk-tajuk tegakan yang rindang, dengan desain arsitektur bangunan khas sunda yang sebagian banyaknya bermaterialkan bambu dan kayu.

2. Areal berkemah di ruang terbuka hijau Lembur Pancawati

Areal perkemahan  berada di ruang terbuka hijau yang sebagian campsite nya di lingkar oleh pepohonan rindang dengan pemandangan pohon-pohon besar dan sebagiannnya adalah pesawahan. Selain untuk mendirikan tenda, lapangan yang menyebar disekitar Lembur Pancawati digunakan untuk kegiatan-kegiatan luar ruang seperti games outbound acara gathering dan lainnya.

3. Cafe Lembah Lembur Pancawati

Cafe dengan nuansa artistik, letaknya berada diantara pepohonan besar yang menaungi bangunan cafe yang terbuat dari bambu dan elemen kayu sebagai fasilitas interior. Cafe lembah menyediakan beragam kuliner tradisional.

Kegiatan di Lembur Pancawati

Selain kegiatan tamasya desa dan ekowisata yang menjadi program unggulan Lembur Pancawati, kegiatan pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia berbasis outdoor maupun indoor training menjadi program-program yang dilakukan dalam kawasan berhawa sejuk ini. kegiatan lain yang difasilitasi oleh manajemen Lembur Pancawati atau pun Event Organizer adalah family gathering, company outing, outbound, acara metting kantor dan team / character building program.

1. Ekowisata Lembur Pancawati

Ekowisata atau wisata ekologi merupakan program unggulan dalam lingkungan Pancawati yang asri, program ekowisata di Pancawati merupakan salah satu aktivitas wisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

2. Tamasya Desa Wisata Lembur Pancawati

Program Tamasya Desa merupakan kegiatan yang menawarkan keseluruhan suasana dan aktivitas wisata yang mencerimankan keunikan lingkungan desa dengan pernak-pernik aktivitas keseharian masyarakat nya, baik aktivitas sosial, ekonomi maupun budaya. Komponen tasmasya desa berupa lingkungan yang asri, tempat menginap dan kuliner dengan aktivitas nya adalah segala perilaku sosial ekonomi masyarakat desa seperti berkebun, bertani, berkerajinan dan berkesenian..

3. Pelatihan sumber daya manusia berbasis luar ruang dan event Gathering Perusahaan

Kegiatan pelatihan dan pengembangan manusia berbasis outdor aktivitas merupakam program yang banyak dilakukan oleh manajemen Pancawati maupun perusahaan penyelengara training dan penyelengara kegiatan (Event Organizer). Kegiatannya berupa team / character building, training motivasi, meeting perusahaan, family / employee gathering, company outing, company Anniversary, dan lainnya.

Aksesibilitas ke Lembur Pancawati

Komplek Lembur Pancawati berada di Jl. Veteran 1 No.19, RT.03 RW.06, Desa Pancawati, Kecamatan. Caringin, Bogor, Jawa Barat. Untuk mencapainya dapat menggunakan kendaraan pribadi, bus ataupun kendaraan berjenis truk yang di gunakan oleh TNI atau Kepolisian RI

Dari gerbang tol Ciawi (TOL JAGORAWI) memiliki jarak tempuh sekitar 12,2 kilometer melewati Jl. mayjen HE sukma / Jl. Raya Sukabumi lalu belok kiri ke Jl. Pasar Cikereteg, lanjut melewati Jl. Caringin – Cilengsi dan jalan Veteran 1. Dan, jika dari gerbang tol Ciawi Selatan (TOL BOCIMI) berjarak tempuh 10,6 kilometer.

Baca Juga :
Tiga aktivitas yang penciri ketika berkemah di Highland Camp

ke Lembur Pancawati layaknya liburan di sebuah desa wisata

Dalam pola pikir sebagian orang, pedesaan identik dengan sebuah tatanan masyarakat, dimana mereka menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian, dengan lingkungan yang asri dan kesehajaan yang ditampilkan pada perilaku kehidupan kesehariannya. Hal inilah yang menjadi daya tarik masyarakat perkotaan untuk menikmati alam pedesaan dengan beragam cara, salah satunya dengan berwisata desa atau melancong ke desa wisata. Dan, ini pula yang menjadi daya tarik Lembur Pancawati, dimana pondok-pondok penginapan nya didesain dengan pendekatan arsitektur sunda dalam lingkungan berkarakter desa. 

Di Lembur Pancawati, suasana kehidupan desa dengan segala pernak pernik aktivitas seperti membajak sawah, menanam padi, menggaru sawah dengan kerbau, dan lainya menjadi kegiatan yang disajikan dalam program tamasya desa, selain program-program berbasis outdoor activitas seperti outbound, gathering dan pelatihan sumberdaya manusia.


Home » Wisata Desa

The post Lembur Pancawati ; Akomodasi Bernuansa Desa Wisata di Bogor appeared first on Highland Camp.

]]>