Mandalawangi camping ground | Full review tempat camping & wisata di Cibodas

Mandalawangi Cibodas –  Camping Ground Mandalawangi Cibodas yang melingkari danau Mandalawangi dalam kawasan wisata Cibodas, di kaki timur laut gunung Gede Pangrango, suasananya sepadan dengan Highland Camp Curug Panjang yang berada dalam kawasan Wisata Minat Khusus Gn. Paseban Puncak.

Highland camp terbentuk dari keindahan lanskap buatan yang memperlihatkan pola keteraturan sebuah tempat berkemah yang hadir diantara pesona hutan pegunungan dan elemen air. Highland camp adalah pilihan destinasi baru guna melepas rutinitas kehidupan kota modern dengan kegiatan camping, outing dan gathering berbalut petualangan serta kegiatan-kegiatan dalam genre wisata minat khusus. -> Read More : Buku Jelajah Kawasan Pariwisata Curug Panjang dalam Wisata Minat Khusus.

Whatsapp

Mandalawangi Camping ground dan wisata Cibodas

Daftar Isi

Mandalawangi Cibodas – Tulisan dengan judul “Review tempat camping dan wisata di Cibodas” merupakan referensi yang menyajikan informasi tentang mandalawangi camping ground dan tempat camping lainnya disekitar Mandalawangi Cibodas, membedah obyek daya tarik wisata Cibodas yang sudah populer maupun yang masih tersembunyi, serta mengupas destinasi di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pintu Cibodas untuk wisata petualangan dan pendakian.

Kawasan wisata alam Cibodas menyajikan banyak destinasi alam yang mempesona, sebagaiannya berbasis petualangan dan edukasi (wisata minat khusus), dan sebagainnya untuk wisata massal. Salah satu yang terpopuler sejak awal abad 19-an adalah kegiatan pendakian dan perkemahan.

Kegiatan berkemah yang dahulunya dilakukan oleh kelompok pencinta alam,  kepanduan dan para peneliti yang sedang melakukan observasi di  daerah-daerah terpencil yang minim tempat menginap, saat ini sudah menjadi bagian dari kegiatan rekreasi lintas strata ekonomi, sosial dan pendidikan, dengan tujuan utama dari kegiatan berkemah yaitu untuk mencari kesenangan, petualangan dan pendidikan.

Berbagai lokasi perkemahan dirancang sedemikian rupa guna menunjang aktivitas berkemah yang nyaman dan dapat dinikmati oleh lintas kalangan, seperti halnya Bumi Perkemahan Mandalawangi yang berada di kawasan wisata Cibodas atau Highland Camp yang terletak di punggungan barat daya Gunung Paseban untuk Wisata Minat Khusus.

Kegiatan berkemah yang kerap dilakukan di Mandalawangi Camping Ground Cibodas biasanya diisi dengan aktivitas guna pemenuhan kebutuhan dasar dalam pelancongan, seperti tidur, makan, mandi, atau aktivitas sosial dengan berinteraksi antar individu dalam kelompoknya maupun kelompok lain dalam kegiatan berwisata dan pendidikan.

Di Mandalawangi Camping Ground, perilaku pekemping (orang yang melakukan kegiatan berkemah) pada saat berkemah dilakukan secara individu maupun berkelompok, baik kelompok kecil, sedang maupun besar.

Berbagai aktivitas ketika kegiatan gathering perusahaan, outing dan liburan keluarga di Mandalawangi Camping Ground dengan tenda sebagai tempat tinggal sementaranya untuk menginap dan istirahat yang bersifat overnight (aktivitas bermalam), kegiatannya bisa berupa berupa hiking / trekking, pendidikan lingkungan, outbound serta pleasure.

Selain di Mandalawangi Camping Ground, berkemah di kawasan wisata Cibodas dapat dilakukan pula di Bumi Perkemahan Mandala Kitri dan Bukit Golf Camping Ground. Untuk para pendaki Gunung Gede Pangrango, berkemah dapat dilakukan di Kandang Badak, alun-alun Suryakencana dan lembah Mandalawangi. 

Mandalawangi, Kebun Raya Cibodas dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango


Mandalawangi atau Mandala Wangi ?

Mandalawangi Cibodas –  Nama Mandalawangi merujuk pada nama sebuah Gunung Mandalawangi  (dengan ejaan Mandala Wangi) yang hilang ratusan ribu tahun yang lalu akibat letusan yang sangat besar, dari letusan gunung Mandalawangi  munculah gunung Pangrango. Nama Mandalawangi pun merujuk pada nama sebuah lembah atau alun-alun yang berada di Gunung Pangrango bernama alun-alun / lembah Mandalawangi.

Selain merujuk pada nama gunung dan lembah / Alun-Alun, Mandalawangi merujuk pula pada danau Mandalawangi serta nama tempat berkemah, yaitu mandalawangi camping ground yang berada dalam kawasan wisata Cibodas, dan Mandalawangi merujuk pada sebuah perkebunan teh peninggalan milik Belanda yang lokasinya berada di antara kaki Gunung Gede-Pangrango bernama Perkebunan Teh Mandalawangi. 

Kebun Raya Cibodas


Mandalawangi Cibodas – Kebun Raya Cibodas atau Cibodas Botanical Garden memiliki luasan areal kebun sekitar 84,99 Ha, diketinggian  1.300 s.d. 1.425 meter di atas permukaan laut, berada di Komplek Hutan Gunung Gede Pangrango, didirikan pada tahun 1852 oleh seorang kurator Kebun Raya Bogor bernama Johannes Elias Teijsmann sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor di kaki  Gede Pangrango.

Kebun Raya Cibodas yang awalnya bernama “Bergtuin te Tjibodas” atau Kebun Pegunungan Cibodas  adalah suatu kawasan yang memiliki fungsi penting untuk konservasi, penelitian,  pendidikan, wisata /  rekreasi dan  jasa lingkungan. Status Kebun Raya Cibodas adalah Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Tumbuhan di bawah Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor dalam kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Mandalawangi Cibodas –  Kompleks Gunung Gede Pangrango atau Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan kawasan konservasi pertama di Indonesia ditetapkan sebagai Cagar Alam Cibodas di tahun 1889,  berfungsi sebagai kawasan konservasi, penelitian botani,  dan sebagai pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang memiliki luasan kawasan 24.270,80 Ha, berada dalam wilayah tiga Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Beberapa fakta unik yang melekat pada Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, diantaranya adalah :

  • Gunung Gede merupakan destinasi wisata yang cukup populer di Indonesia, terutama dikalangan para pendaki Gunung. Dan, Gunung Gede termasuk salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia.
  • Warga asing yang pertama kali berhasil melakukan pendakian dan menaklukan puncak Gunung Gede bernama C.G.C Reinwardt pada April 1819.
  • Pada tahun 1977, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ditetapkan oleh UNESCO sebagai cagar biosfir, hal ini karena keindahan dan pesona yang dimiliki oleh Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
  • Gunung Gede Pangrango merupakan dua buah Gunung yang terpisah meski sering dianggap menyatu, Gunung Pangrango memiliki ketinggian 3.019 mdpl, lebih tinggi daripada  Gunung Gede (2.958 mdpl).
  • Gunung Gede dinyatakan pernah meletus dengan ditandai keberadaan kawah-kawah aktif di sekitarnya, namun Gunung Pangrango belum pernah meletus, hal ini terbukti dari puncak gunung yang masih kerucut dan relatif mulus.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango berada dalam tanggung jawab Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, di Cibodas, Jawa Barat.


Review Mandalawangi Cibodas Camping Ground


Mandalawangi Cibodas – Bumi perkemahan Mandalawangi terletak di kawasan wisata cibodas, Desa Cimacan, Cipanas, Cianjur,  berada di sebelah barat daya bumi perkemahan Mandala Kitri dan disebelah timur lautnya Bumi Perkemahan Bukit Golf Cibodas.

Mandalawangi camping ground dikelola oleh Perum Perhutani KPH Cianjur, Bumi perkemahan ini memiliki status sebagai hutan produksi dengan luas 39,5 Ha, wilayah pengelolaan RPH Pacet, BKPH Gede Tikur, KPH Cianjur.  Wana Wisata seluas 10 Ha memiliki lingkungan ekosistem hutan dengan kontur lahan yang berbukit-bukit.

Disekitar kawasan bumi Perkemahan Mandalawangi banyak ditumbuhi berbagai jenis pepohonan, diantaranya rasamala (Altingia exelsa Norona), saninten (Castanop sisargentea), pinus (Pinus merkusii), dan cemara duri (Juni perusrigida).

Bumi perkemahan Mandalawangi memiliki elemen fisik seperti kondisi tapak Mandalawangi camping ground yang datar dan berbukit dengan disekitarnya terdapat hutan, sungai dan danau. Dan, elemen sosial meliputi hubungan interaksi dan keterkaitan antara kegiatan perkemahan di Mandalawangi dengan pemanfaatan pada bidang sosial ekonomi, seperti adanya pedagang, site untuk piknik keluarga dan penyedia jasa persewaan perlengkapan camping, dll.

Begitupun dengan komponen-komponen yang ideal sebagai lokasi untuk berkemah dan kegiatan berbasis outdoor seperti camping keluarga, outing, gathering perusahaan dengan tenda sebagai tempat menginapnya dan outbound sebagai muatan kegiatannya. komponen-komponen Mandalawangi Camping Ground berupa lapangan berumput / tanah rerumputan untuk mendirikan tenda dan lapangan kegiatan, hulu sungai, Danau mandalawangi, air terjun rawa gede yang berada di sebelah barat laut Mandalawangi camping ground, semak, pepohonan pelindung dan hutan disekitar bumi perkemahan Mandalawangi sebagai area petualangan seperti untuk kegiatan hiking, jelajah hutan atau jungle track, dls.

Sungai yang mengalir di bagian timur bumi perkemahan Madalawangi Cibodas merupakan hulu dari sungai Cikundul yang bermuara ke Waduk Cirata di kabupaten Purwakarta. Aliran sungai hulu sungai Cikundul dapat digunakan sebagai jalur telsusur sungai atau bermain air. Ditengah lokasi Mandalawangi camping ground, terdapat danau Mandalawangi yang kerap dipergunakan untuk kegiatan wisata air seperti perahu dayung atau untuk melakukan games dalam permainan outbound.

Fasilitas bumi perkemahan Mandalawangi Cibodas

Mandalawangi Cibodas – Seperti umumnya fasilitas bumi perkemahan yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional, di Mandalawangi camping ground terdapat beberapa fasilitas umum (fasum) dan fasilitas khusus (fasus) guna mendukung kegiatan dalam skala rombongan besar sepererti gathering perusahaan dengan tenda sebagai tempat menginapnya, ataupun wisata berkemah untuk kelompok-kelompok kecil seperti camping keluarga.

Fasilitas buatan yang disediakan oleh pengelola bumi Perkemahan Mandalawangi berupa :

  • Pos tiket ;  tempat membeli tiket berkemah (reservasi ) ini berada di pintu masuk perkemahan yang menyatu dengan pos keamanan.
  • Tempat parkir ;  memiliki daya tampung kendaraan yang cukup banyak, lokasinya berada di sekitar tempat reservasi dan pos keamanan
  • Mushola ; sebagai tempat sholat yang berada di sekitar kawasan camping ground Mandalawangi.
  • Marka : papan-papan petunjuk sebagai panduan informasi mengenai  arah dan fungsi titik-titik lokasi di Mandalawangi camping ground.
  • WC / toilet ; unit-unit kamar mandi ini tersebar di beberapa titik area camping.
  • Selter ;  adalah bangunan untuk berteduh yang tersebar di sekitar bumi perkemahan Mandalawangi.
  • Jembatan penyebarangan ; terdapat beberapa jembatan penyebrangan yang melintasi aliran sungai (DAS) , salah satu jembatan yang unik adalah jembatan yang didesain sebagai patung Dinosaurus sebagian lainnya menyebut dengan sebutan  patung komodo.
  • Warung ; disekitar tempat parkir bumi perkemahan Mandalawangi terdapat warung-warung untuk mencukupi kebutuhan asupan makanan selagi berkemah.

Danau Mandalawangi Cibodas


Mandalawangi Cibodas – Air danau Mandalawangi yang bening terlihat hijau seakan menyatu dengan pucuk-pucuk dedaunan yang tumbuh subur di hutan disekitar Mandalawangi, begitupun dengan panorama danau di siang darinya,  sini akan terlihat megahnya puncak Gunung Gede dan Pangrango.

Danau Mandalawangi berada di tengah kawasan Mandalawangi Camping Ground, sebagai fasilitas yang disediakan oleh alam untuk beragam aktivitas ketika berwisata dan berkemah. Beberapa aktivitas dapat dilakukan oleh pengunjung Bumi Perkemahan Mandalawangi diantaranya adalah berperahu, dan lainnya.

Air terjun Rawa Gede

Mandalawangi Cibodas – Curug rawa gede berada di sebelah barat laut bumi perkemahan Mandalawangi Cibodas, terdapat dua lompatan air terjun, yang tertinggi memiliki ketinggian sekitar 10 meter, dan yang kecil lompatannya tidak lebih dari 1,5 meter. Air yang meluncur pada kolam terjunan lalu mengalir kolam besar yang dangkal (sekitar 20 cm) tepat berada didepan air terjun rawa gede. Disekitar air terjun rawa gede banyak ditumbuhi oleh tanaman semak dan perdu dengan dominasi tanaman kecubung (Datura famili Solanaceae) yang tumbuh liar disekitar air terjun Rawa Gede. 

Untuk mencapai air terjun  Rawa Gede dari Camping Ground Mandalawangi Cibodas dapat ditempuh dengan hiking / trekking dengan melewati hutan dengan jalanan setapak berbalas batu hitam yang sebagaiannya adalah tanah, dikiri jalan setapak merupakan tebingan dan kanannya adalah jurang.

Aksesibilitas menuju tempat camping Mandalawangi Cibodas

Mandalawangi Cibodas –  Dari jalan propinsi Puncak-Cianjur menuju camping ground Mandalawangi  akan melewati simpang tiga Paregrejen dan persimpangan Cibodas lalu melaju kembali sejauh sejauh 5 km menuju arah kawasan wiasta Cibodas. Kendaraan yang dapat menjangkau Perkemahan Mandalawangi dari Jakarta, Bogor dan Bandung adalah kendaraan roda dua, roda empat, serta bus.

Bila pekemping yang menggunakan kendaraan umum, maka dapat memilih kendaran bus arah Cianjur/Bandung atau colt L300 lalu berhenti /turun di pertigaan Cibodas, dari pertigaan Cibodas selanjutnya menggunakan angkutan umum berwarna kuning jurusan Cibodas sehingga sampai di Balai, Taman Nasional Gede-Pangrango, selanjutnya  berjalan kaki menuju Mandalawangi Camping ground

Mandalawangi Camping Ground dapat dicapai dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan. Jika dari Cianjur maka jarak tempuh sepanjang 25 km, 85 km jika dari Bandung dan sekitar 95 km dari Jakarta. Kondisi jalan menuju camping ground Mandalawangi beraspal lebar. 


Tempat camping di sekitar Mandalawangi Cibodas

Mandalawangi Cibodas –  Tempat berkemah di sekitar Mandalawangi Camping ground memiliki nuansa alam dan lingkungan yang mirip dengan Bumi Perkemahan Mandalawangi, Di sekitar bumi perkemahan Mandalawangi terdapat dua tempat campimg ground yaitu Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas yang dikelola oleh oleh Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Cianjur yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur dan Bukit Golf Camping Ground yang dahulunya merupakan lapangan golf Cibodas.

Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas


Mandalawangi Cibodas –  Bumi Perkemahan Mandala Kitri diresmikan pada tanggal 20 Juni 1981 sama dengan peresmian Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur yang berada di Jakarta Timur. Peresmian Bumi Mandala Kitri dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia ke-2, pada saat itu Soeharto menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka.

Bumi Bumi Perkemahan Mandala Kitri (BPMK) terletak dalam Kawasan Wisata Cibodas dengan luas kawasan pengelolaan ±17 Ha. karena Bumi perkemahan ini termasuk pada kawasan wisata Kebun Raya Cibodas, maka secara geografis Bumi Perkemahan Mandala Kitri mempunyai lingkup kawasan yang meliputi kawasan Kebun Raya Cibodas dan Gunung Gede-Pangrango.

Mandala Kitri Camping Ground berjarak tempuh 28 km dari arah Kota Cianjur, 114 km dari Jakarta dan sekitar 93 km dari Kota Bandung. Pada awalnya, (tahun 1970-an) Bumi Perkemahan yang saat ini dikenal sebagai Mandala Kitri Scout Camp, awalnya merupakan sebuah areal eks perkebunan yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bercocok tanam sayuran, oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat, tempat pertanian tersebut dijadikan tempat berkemah. Pada Jambore Nasional dan Jambore Asia Pasifik yang dilaksanakan Tahun 1981, bumi perkemahan yang berada di kaki Gunung Gede Pangrango ini dijadikan sebagai sub Camp.

Bumi Perkemaha Mandala Kitri dikelola oleh Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Cianjur yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, hal ini karena kawasan Bumi Perkemahan Mandala Kitri berada dalam kawasan wisata Cibodas.

Di areal camping ground Mandala Kitri terdapat sungai Cikundul dan waduk Cirata serta sungai citarum yang dapat digunakan untuk kegiatan air (watersport). Beberapa aula yang berada di bumi perkemahan Mandala Kitri melengkapi fasilitas kegiatan berkemah, Fasilita lainnnya yang berada di Mandala Kitri Scout Camp adalah aula lemcadika dan tower/menara pandang, lapang upacara utama, mesjid, kantor bumi perkemahan dan wisma Mandala Kitri.

Bukit Golf Cibodas Camping Ground


Mandalawangi Cibodas –  Di sebelah barat daya Mandala Kitri Scout Camp terdapat Bumi perkemahan Bukit Golf Cibodas. Bumi Perkemahan dengan latar gunung Gede Pangarngo ini, pada awalnya adalah lapangan golf dengan fasilitas 9 hole, berada di kawasan Wisata Cibodas.

Perkemahan Bukit Golf Cibodas letaknya bersebelahan dengan  Kebun Raya Cibodas dan berdampingan dengan Mandalawangi Camping Ground. Di Bukit Golf Cibodas terdapat gedung House Club dengan fasilitas ruang aula, toilet, selasar, ruang ganti, ruang kantor, dan ruang tamu, di camping ground bukit golf Cibodas terdapat lokasi parkir kendaraan, WC di beberapa titik area camping / campsite, danau dan sungai.


Gathering, outbound, camping di Mandalawangi dan outing di Kebun Raya Cibodas

Mandalawangi Cibodas –  Bumi Perkemahan tidak sebatas hanya untuk mengakomodir kegiatan berkemah saja,  beberapa event berbasis outdoor activities kerap dilakukan di camping ground dengan tenda sebagai tempat menginapnya. Kegiatan yang dapat diselenggarakan di bumi perkemahan Mandalawangi adalah event gathering perusahaan, outing, outbound, LDK mahasiswa ataupun pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia berbasis alam bebas, dls.

gathering di cibodas
Figure 8 : Gathering di Cibodas

Gathering perusahaan dengan outbound di Mandalawangi Cibodas camping ground

Mandalawangi Cibodas – Gathering perusahaan di Mandalawangi Camping Ground merupakan upaya dalam meningkatkan kebersamaan dan membangun silaturahmi yang lebih erat, disamping melakukan rileksasi tubuh dalam keharmonisan alam. Diharapkan, sekembalinya dari kegiatan gathering perusahaan di Mandalawangi Cibodas, partisipan akan lebih segar dan jernih baik jasmani maupun rohaninya.

Gathering dapat dilakukan oleh perusahaan, lembaga ataupun komunitas dalam sebuah alur kegiatan guna membangun kebersamaan, mempererat kekerabatan, dan menghadirkan suasana santai atau relaksasi dengan muatan fun outbound, performence / hiburan dan aktivitas wisata.

Outing class di Kebun Raya Cibodas


Mandalawangi Cibodas – Outing class dapat dipahami sebagai “suatu kegiatan menyampaikan pelajaran diluar kelas, sehingga kegiatan atau aktivitas belajar mengajar berlangsung diluar kelas atau di alam bebas (Vera, 2012:17)“. Outing Class sebagai sarana menumbuhkan kembangkan kreativitas siswa dengan mengamati beragam pembelajaran yang dihadirkan dari fenomena lingkungan luar kelas, penerapannya dapat dilakukan dengan mengajak siswa/i belajar ketempat tertentu untuk mengamati dan memahami suatu obyek / materi yang ada di tempat yang dikunjungi, mengajak berwisata ke kebun raya, melakukan camping edukasi, dls.

Aktifitas outing class meliputi permainan-permainan edukatif, journey, pengamatan keanekaragaman hayati, Botani dan zoologi praktis, petualangan, wisata air terjun, menanam pohon, dll. Alur program yang tersaji pada aktifitas outing class ini merupakan sebuah rangkaian dimana aktifitas fisik, olah emosi dan pikir hampir mendominasi setiap sesi pada alur kegiatan camping berbasis edukasi ini.

Pemanfaatan lingkungan yang masih asri sebagai tempat belajar dan materi pelajaran pada program outing class, diharapkan dapat membangun karakter individu yang peduli terhadap lingkungan, membangun jiwa kepemimpinan (leadership), kerjasama antar siswa/i dan dapat membangun sikap kemandirian disamping membantu peningkatan mutu pembelajaran siswa/i sehingga akan mempengaruhi terhadap pencapaian akademik siswa/i di sekolah. sumber : https://highlandindonesia.com/


Obyek daya tarik wisata di Kebun Raya Cibodas dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango jalur Cibodas

Wisata Cibodas – Kebun Raya Cibodas yang berada di komplek hutan gunung Gede Pangrango yang didirikan pada tanggal 11 April 1852, mewariskan kegiatan wisata di kawasan Cibodas, Sehingga Cibodas pada saat ini dikenal sebagai tempat wisata berbasis alam dan pendidikan. Selain berfungsi sebagai tempat konservasi, jasa lingkungan, penelitian, pendidikan, Kebun Raya Cibodas memiliki fungsi  wisata.

Dan, dengan keberadaan Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Cibodas sebagai lokasi konservasi ekosistem serta flora dan fauna yang berada di pegunungan. Gunung Gede pangrango yang merupakan jalur pendakian dengan banyak kegiatan dan destinasi wisata disepanjang kawasan taman nasional ini, Cibodas telah menjadi kawasan wisata yang populer di Jawa Barat juga di Indonesia.

Bebeberapa destinasi alam yang berada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Kebun Raya Cibodas adalah terdapatnya air terjun dalam kawasan CIbodas, setidaknya terdapat tujuh terjunan air yang sudah populer sebagai destinasi wisata  dalam kawasan Cibodas. Ketujuh terjunan air itu adalah curug Ciwalen, curug Cikundul, curug Cibeureum, curug Cibogo, curug Rawa Gede, curug Ciismun, dan curug Cidendeng.

Tempat wisata lainnya adalah jalur pendakian Gunung Gede Pangrango dan destinasi alam disepanjangnya, Tempat berkemah, Puncak Gunung Gede Pangrango, kekayaan flora dan fauna pegunungan Gede Pangrango, Canopy trail dan bangunan serta bangun-bangun yang berada di kebun Raya Cibodas yang memiliki fungsi wisata, dan lain sebagainya.  

Curug Cibeurem Cibodas


Wisata Cibodas – Air terjun Curug Cibeurem memiliki areal yang cukup luas dengan dinding air terjun banyak ditumbuhi oleh lumut berwarna merah (Spagnum Gedeanum), sehingga warna air yang meluncur dari ketinggian terlihat kemerah-merahan. Hal inilah yang menyebabkan air terjun ini di namai curug Cibeureum (Cibereum berasal dari padanan kata dalam bahasa sunda yaitu –ci– artinya air dan –beurem– berarti merah). Lumut disekitar terjunan air curug Cibeurem merupakan endemik daerah Jawa Barat.

Hutan hujan tropis disekitar kawasan air terjun Curug Ciberurem  banyak didiami oleh katak, salah satunya adalah katak Leptophryne Cruentata atau katak merah. Katak-katak ini merupakan katak endemik  yang masuk daftar IUCN sebagai kategori terancam punah.

Curug Cibeureum merupakan air terjun utama dengan ketinggian sekitar 40 meter, terdapat dua air terjun lainnya di komplek air terjun Cibeurem yakni Curug Cidendeng dan Curug Cikundul. Curug Cibeureum merupakan air terjun terbesar dan terpendek, letaknya lebih terbuka dan dekat dengan shelter. Untuk mencapai komplek air terjun Cibeurem dari pintu masuk Cibodas dapat dicapai dengan hiking / trekking sepanjang 2,8 km dengan jarak tempuh sekitar 1 jam perjalanan. 

Curug Ciismun Cibodas


Wisata Cibodas – Curug Ciismun merupakan air terjun yang  menyuguhkan pemandangan alam nan cantik serta mempesona, memiliki ketinggian sekitar 25 meter dari permukaan tanah. Curug Ciismun berada dalam kawasan Kebun Raya Cibodas, pada diketinggian 1275 mdpl (Koordinat GPS :6° 44′ 22.49″ S 107° 0′ 45.93″ E). Curug Ciismun memiliki diameter kolam terjunan airnya sekitar 5 meter, terjunan air curug Ciismun berada dari sudut pertemuan antara bukit Agropolitan dengan bukit Cibodas. 

Curug Cibogo Cibodas

Wisata CibodasCurug Cibogo berada dalam kawasan Kebun Raya Cibodas di sebelah baratnya Taman Sakura. Air terjun yang mengambil nama ikan endemik Jawa Barat ini, lokasinya sedikit tersembunyi, tersembunyi diantara celah dua bukit dan rimbunan pepohonan yang menyembunyikannya. Ketinggian curug Cibogo berkisar antara 15-20 meter dengan kolam terjunan air yang kecil sebagai penampungan. Curug Cibogo memiliki terjunan air tidak terlalu besar namun debit airnya cukup deras. 

Air Terjun Panca Weuleuh

Air Terjun Panca Weuleuh Cibodas
Figure 12 : Air Terjun Panca Weuleh

Wisata Cibodas – Berada di jalur pendakian Gunung Gede Pangrango pada ketinggian 2.200mdpl, air terjun Panca Weuleuh merupakan Air Terjun yang hanya dikunjungi oleh para pendaki Gunung  gunung Gede Pangrango via Cobodas. Air Terjun Panca Weuleuh biasa digunakan untuk beristirahat para pendaki. Dikawasan tersebut tidak terdapat media informasi tentang deskripsi kawasan Air Terjun Panca Weuleuh.

Untuk sampai dikawasan Air Terjun Panca Weuleuh, setelah melewati selter Air Panas dan Kandang Batu, diperlukan waktu sekitar 10 menit dan sekitar 1 jam perjalanan sebelum pos Kandang Badak, atau sekitar 4-5 jam pendakian dari pos pendakian Cibodas. Perjalanan pendakian menuju Air Terjun Panca Weuleuh  memiliki akses jalan setapak tanah dan bebatuan, 

Secara etimologi bahasa “Panca Weuleuh”  berasal dari padanan bahasa sunda yang memiliki arti “lima capek/lelah”. sehingga oleh sebagian orang “Panca Weuleuh”  dimaknakan kelelahan dalam setiap lima menit, namun hal ini belum tentu benar adanya.

Air Panas Cibodas

air panas cibodas
Figure 13 : Photo bersumber https://goo.gl/maps/78y793YA4uUkuQjQ6

Wisata Cibodas – Aliran air yang dapat dijangkau dengan melakukan pendakian sepanjang 5,3 km atau selama 3 jam dari pos pendakian Cibodas ini mengandung belerang, Air panas yang bersumber dari kawah memiliki temperatur mencapai 70o C, terletak pada ketinggian 2.100 mdpl. Para pendaki yang melewati areal Air Panas ini harus berhati-hati karena jalur bebatuan yang licin serta tergenang oleh air.

Diareal sekitar aliran air panas terdapat sejenis alga yang dapat bertahan hidup dan beradaptasi pada air panas dengan kandungan sulfur tinggi. Disekitar areal air panas pun terdapat banyak binatang yang dapat di temukan, berbagai jenis burung mendominasi kehidupan satwa disekitar areal air panas ini.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango telah menyediakan pagar dari material tiang besi dan kawat besar sebagai pegangan dan penghalang tebing curam dan jalanan yang licin. Fasilitas yang tersedia di sekitar aliran air panas berupa Gazebo, MCK dan kabel pengaman bagi pengunjung untuk melintas.

Danau Telaga Biru Cibodas


Wisata Cibodas – Telaga biru adalah danau yang terletak di kaki gunung Gede, memiliki luas sekitar 500 meter persegi dengan kedalaman sekitar 2 meter. Air didalam telaga sering berubah warna secara dramatis, kadang terlihat berwarna hijau, kecoklatan, kadang berwarna biru, tergantung siklus pertumbuhan alga yang tumbuh di telaga. Air Telaga Biru kaya akan nutrisi (eutrophic) atau mineral yang berasal dari pertumbuhan bahan organis dan batuan serta tanah vulkanis yang terlarutkan, kadangkala Telaga ini tampak berlendir hijau kecoklatan pada saat lain biru jernih tergantung pada pertumbuhan alga. Mungkin karena telaga ini sering terlihat berwarna biru kehijauan, makanya lebih dikenal sebagai Telaga Biru.

Telaga Biru yang dapat di tempuh dari pintu masuk Cibodas sepanjang 1.5 km, merupakan salah satu objek wisata dijalur pendakian Via Cibodas, waktu ditempuh untuk sampai telaga biru kurang lebih 30 menit perjalan/pendakian dari pintu masuk Cibodas.  Selain dapat menikmati keheningan dan keindahan Telaga Biru, pengunjung akan dimanjakan dengan suara kicau burung dan jerit Owa Jawa yang bermain di seputaran telaga, gemericik air sungai yang mengalun syahdu dan memikat hati. Berbagai jenis flora dan fauna lainnya yang tumbuh di sekitar telaga biru itu tak kalah menarik. Gemericik air sungai kecil yang bening dan bersih, kicauan burung penghuni telaga dan suara owa jawa yang bergelantungan diantara pepohonan bagaikan sebuah simfoni alam mengalir lembut di telaga ini.

Telaga Biru bukanlah sebuah tempat tujuan wisata alam utama dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, telaga biru hanyalah tempat persinggahan dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju air terjun Cibeureum, alun-alun Suryakencana dan puncak Gede. Sebagai tempat persinggahan, telaga ini diperlengkapi sebuah Gazebo berukuran 12 meter persegi yang disediakan pengelola Taman Nasional agar pengunjung dapat mengistirahatkan diri sebelum melanjutkan kembali perjalanan. 

Rawa Gayonggong Cibodas

telaga biru cibodas
Figure 15 : Rawa Gayongong TNGGP

Wisata Cibodas – Asal muasal penamaan Gayonggong yang merujuk pada rawa ini  berasal dari banyaknya ekosistem rawa khas pegunungan sejenis rumput-rumputan yang tumbuh/hidup di sekitar rawa,  masyarakat lokal menyebutnya dengan nama rumput Gayonggong. Rawa Gayongyang menampung aliran air yang bersumber dari dataran yang tempat yang lebih tinggi, lajunya air terhalangi oleh rumput Gayongyang dan Erosi telah menyebabkan sedimentasi. Rawa Gayonggong merupakan cekungan bekas kawah yang sudah mati dan kemudian menampung aliran air yang menyebabkan terjadinya sedimentasi lumpur, sehingga tumbuh berbagai jenis rumput disekitar rawa terutama rumput gayonggong.

Untuk dapat dilewati, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango membuat jembatan penyebrangan rawa Gayonggong sepanjang ±500 meter, jembatan penyebarangan tersebut terbuat dari material besi dan beton yang berbentuk menyerupai tekstur kayu

Kawasan Rawa Gayonggong berada pada ketinggian 1.400 mdpl, merupakan daerah jelajah macan tutul (Panthera pardus) dan sebagai tempat pengamatan burung (Bird Watching). Rawa Gayongyang dapat ditempuh dengan melakukan pendakian sepanjang  1,8 km atau sekitar 45 menit hiking dari pintu masuk cibodas. 

Rawa Denok Cibodas

Wisata Cibodas – Rawa Denok merupakan ekosistem khas rawa pegunungan yang unik, memiliki luas areal rawa sekitar 1 ha. Di sekitar Rawa Denok terdapat sumber air panas yang masih alami,  dengan temperatur suhu sekitar 70o C. 

Kandang Badak

Figure 16 : Kandang Badag TNGGP

Wisata Cibodas – Kawasan kandang Badak merupakan peralihan hutan dari tipe hutan montana ke sub-alpine, memiliki kontur  hamparan yang sedikit datar. Kandang Badak merupakan lokasi alternatif para pendaki yang sedang melakukan pendakian ke puncak Gunung Gede Pangango untuk beristirahat atau bermalam sementara. Di Kandang Badak inilah terdapat spot-spot untuk mendirikan tenda dengan fasilitas yang tersedia adalah pos jaga, sumber air, dan MCK/toilet.

Lokasi Kandang Badak merupakan jalur persimpangan antara puncak Gunung Pangrango dan Puncak Gunung Gede. Arah kanan merupakan jalur pendakian untuk menuju puncak Gunung Pangrango, sedangkan jalur  lurus itu  menuju puncak Gunung Gede. 

Kandang Batu

Wisata Cibodas – Di lokasi yang masih banyak dijumpai bebatuan yang berasal dari letusan Gunung Gede ini merupakan tempat untuk transit dan istirahat sementara bagi pendaki sebelum menuju Kandang Badak yang biasanya menjadi alternatif bagi pendaki untuk bermalam. Di Kandang Batu tersedia sumber air bersih dan toilet/MCK. 

Puncak Gunung Gede

puncak gede pangrango
Figure 17 : Puncak Gunung Gede

Wisata Cibodas – Gunung Gede dengan ketinggian 2.958 mdpl merupakan gunung berapi tertinggi ke-3 diwilayah Jawa Barat yang berstatus aktif. Gede pertama meletus pada tahun 1747, letusan selanjutnya terjadi pada tahun 1840, 1852, 1886, 1947, 1957. Pada puncak Gunung Gede aktifitas kawah masih terlihat aktif. Di Puncak Gunung Gede ini pula akan terlihat padang rumput alun-alun Suryakencana dan puncak Gunung Pangrango.

Untuk mencapai puncak Gunung Gede dari pintu Cibodas dapat ditempuh dengan hiking sepanjang 00 km (diteliti datanya) sekitar 6 s.d 7 jam pendakian. Di puncak Gunung Gede, wisatawan dapat merasakan sejuknya udara pegunungan dan indahnya hamparan tumbuhan Cantigi Gunung (Vaccinium Varingiaefolium). Wisatawan dapat menikmati pesona panorama gunung Pangrango dan Gunung Salak, merasakan keindahan alam Cibodas dari ketinggian, alun-alun Suryakencana, bahkan laut selatan dan laut utara Pulau Jawa.

Untuk mencapai Puncak Gunung Gede banyak cek point dan destinasi yang akan di lewati, yaitu :

  • Pos Pendaftaran – Tarentong (estimasi perjalanan 15 menit)
  • Tarentong – Telaga Biru (estimasi perjalanan 15 menit)
  • Telaga Biru – Rawa Panyangcangan (estimasi perjalanan 20 menit)
  • Rawa Panyangcangan – Rawa Denok 1 (estimasi perjalanan 10 menit)
  • Rawa Denok 1 – Rawa Denok 2
  • Rawa Denok 2 – Bartu Kukus 1
  • Batu Kukus 1 – Batu Kukus 2
  • Batu Kukus 2 – Batu Kukus 3
  • Batu Kukus 3 – Pondok Pemandangan
  • Pondok Pemandangan – Air Panas (dari Rawa Denok 1 sampai Air Panas estimasi perjalanan 2 jam 15 menit)
  • Air Panas – Kandang Batu (estimasi perjalanan 1 jam)
  • Kandang Batu – Panca Weuleuh (estimasi perjalanan 10 menit)
  • Panca Weuleuh – Kandang Badak (estimasi perjalanan 1 jam)
  • Kandang Badak – Puncak Gunung Gede (estimasi perjalanan 2 jam)
  • Kandang Badak – Puncak Gunung Pangrango (estimasi perjalanan 2 jam)

Estimasi pendakian dari pos pendakian Cibodas samapi puncak gunung Gede sekitar 7 jam 35 menit (di luar istirahat dan bermalam). Sementara itu untuk mencapai puncak Gunung Pangrango, estimasi pendakian sekitar 9 jam 35 menit. Referensi : http://infopendaki.com

Puncak Gunung Pangrango

Pendakian Gunung Gede jalur Cibodas
Figure 18 : Puncak Gunung Pangrango

Wisata Cibodas – Gunung pangrango merupakan Gunung berapi tertinggi kedua di Jawa Barat dengan ketinggian 3.019 mdpl, yang pertama adalah gunung Ceremai (3.078 mdpl) dan ketiganya adalah Gunung Gede (2.958 mdpl). Gunung Pangrango dinyatakan sebagai Gunung berapi yang sudah tidak aktif yang terbentuk akibat letusan gunung Mandalawangi pada ratusan ribu tahun yang lalu.

Puncak Gunung Pangrango dikelilingi oleh pepohonan yang rimbun, disini dapat ditemukan sejenis tumbuhan sub tropis yaitu hiperikum. Akses pendakian menuju puncak gunung Pangrango dari pintu masuk Cibodas dapat ditempuh sekitar 11 km atau sekitar 7 s.d 9 jam pendakian, dan jika  dari persimpangan pos kandang badak dapat ditempuh selama 3 jam perjalanan.

Dari puncak Gunung Pangrango dapat dilanjutkan menuju alun-alun Mandalawangi yang berjarak kurang lebih 1 km, dan dari Puncak Pangrango inilah anda akan melihat  tebing kawah Gunung Gede yang sangat eksotis.

Alun Alun Suryakencana

alun alun suryakencana jalur Cibodas
Figure 19 : Alun-alun Suryakencana

Wisata Cibodas – Alun-Alun Surya Kencana merupakan lapangan luas laksana padang Savana yang berada pada diketinggian 2.750 mdpl. Alun-alun Suryakencana yang banyak di tumbuhi bunga Edelweiss, luasnya mencapai 50 hektar, diapit diantara dua Gunung yaitu puncak gede kawah Ratu dan Gunung Gemuruh.

Alun-alun Suryakencana merupakan areal tempat mendirikan tenda para pendaki yang menuju puncak gunung, ataupuan sebaliknya. Untuk sampai dikawasan Alun-alun Suryakencana, para pendaki dari pintu masuk jalur Gunung Putri membutuhkan waktu  sampai 5 jam pendakian, sementara jika via Cibodas, waktu tempuh pendakian pendakian berkisar sekitar 10 – 12 jam.  

Lembah Mandalawangi

alun alun mandalawangi
Figure 20 : Lembah Mandalawangi

Wisata Cibodas – Dalam sebuah puisi yang dituturkan oleh Soe Hok Gie pada tahun 1966 berjudul “Mandalawangi-Pangrango”, kepopuleran dan keindahan Mandalawangi dan gunung Pangrango tersirat dalam penggalan-penggalan syairnya

Aku cinta padamu,
Pangrango yang dingin dan sepi.
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada.
Hutanmu adalah misteri segala.
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta,

Malam itu ketika dingin dan kebisuan
Menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua 

Alun-alun Mandalawangi merupakan hamparan padang rumput pegunungan seluas + 5 (lima) ha di bekas kawah yang mati tepat dibawah puncak Gunung Pangrango, pemandangan di alun-alun Suryakencana tertutup oleh pepohonan dengan dominasi tumbuhan edelweis (Anaphalis Javanica), Cantigi dan Kitanduk. 

Nama Mandalawangi mengacu pada induk gunungnya (sebelum muncul gunung Pangrango) yaitu gunung Mandalawangi. Di Alun-alun Mandalawangi terdapat sumber mata air yang biasa digunakan oleh para pendaki untuk keperluan minum dan memasak. 

Kawah di Puncak Gede Pangrango

Pendakian Gunung Gede jalur Cibodas
Figure 21 : Kawah Gede Pangrango

Wisata Cibodas – Mendekati puncak Gede Pangrango mulai tercium aroma belerang yang berasal dari empat kawah semi aktif yaitu Kawah Ratu, Kawah Lanang, Kawah Wadon dan Kawah Baru. Kawah Ratu merupakan kawah terbesar dengan diameter 300 m dengan kedalaman kurang lebih 150 meter merupakan kawah terbesar. Komplek kawah Gede Pangrango ini berada pada ketinggian 2.958 mdpl dengan jarak tempuh sepanjang 9,7 km atau 5 jam pendakian dari Cibodas menuju puncak Gede.

Taman Sakura Cibodas

taman sakura di kebun raya cibodas
Figure 22 : Bunga Sakura KRC

Wisata Cibodas – Berbeda di negeri asalnya jepang, sakura di Kebun Raya Cibodas dapat berbunga 2 kali dalam satu tahun, yaitu sekitar bulan Januari-Februari dan Juli-Agustus, dan mekarnya dapat bertahan sekitar 4 hari dengan masa yang diperlukan sejak tumbuh kuncup hingga gugur bunga sekitar 1 minggu.

Selain kontur tanah, cara perawatan dan iklim disekitar komplek hutan Gunung Gede Pangrango yang sesuai bagi pertumbuhan Sakura, Kebun Raya Cibodas yang memiliki ketinggian hampir sama dengan habitat asli nya, hal tersebut diduga menjadi faktor yang menyebabkan Sakura bisa berbunga terjadi 2 kali dalam satu tahun di Kebun Raya Cibodas.

Bunga khas kawasan Himalaya ini begitu elok, cantik berwarna merah muda dengan semburat berwarna putih. Kebun Raya Cibodas baru memiliki 7 jenis  dengan sekitar 435 pohon koleksi maupun yang non koleksi dari 308 jenis Sakura yang ada di dunia. Referensi : https://krcibodas.lipi.go.id/ 

Araucaria Avenue

wisata cibodas
Figure 23 : Araucaria Avenue KRC

Wisata Cibodas – Jalanan yang terbuat dari susunan batu-batu sepanjang 320 m dengan pohon Araucaria bidwillii berderet di kiri dan kanannya di sepanjang jalur gico tersebut, bernama Araucaria avenue. Nama tumbuhan yang terambil dari sebuah nama provinsi di Chile yang diabadikan sebagai nama jalan di Kebun Raya Cibodas ini, untuk pertama kalinya ditanam pada tahun 1866, dan penanaman Araucaria bidwillii berikutnya dilakukan pada tahun 1943, 1979, dan tahun 2010.

Araucaria bidwillii Hook atau bunya-bunya termasuk dalam family Araucariaceae, tamanan ini  merupakan koleksi tertua di Kebun Raya Cibodas dengan perawakan menjulang setinggi +48 m dan membentuk seperti piramid. Araucaria Avenue di Kebun Raya Cibodas  memiliki nilai keindahan tersendiri, jalanan ini merupakan salah lokasi favorit pengunjung Kebun Raya Cibodas untuk berswafoto dengan background lorong di bawah kanopi dari batang-batang besar Araucaria bidwillii yang terbesar memiliki diameter 183,43 cm dengan keliling lingkaran batangnya 576 cm. Referensi : https://krcibodas.lipi.go.id/

Taman Lumut Cibodas


Wisata Cibodas – Taman lumut yang lokasinya bersebelahan dengan taman tematik bunga bangkai dibangun pada tahun 2004 Taman ini sebagai lokasi melakukan konservasi keanekaragaman tumbuhan lumut yang ada sekitar Kebun Raya Cibodas. Taman menghadirkan nuansa indah, segar, adem dengan rancangan sedemikian rupa agar dapat memberikan kepuasan tersendiri kepada pengunjung baik untuk kegiatan wisata, penelitian maupun pendidikan.

Beberapa jenis lumut yang yang berada di Taman Lumut Kebun Raya Cibodas sebagian besar berasal dari sekitar Kebun Raya Cibodas dan selebihnya berasal dari hasil eksplorasi. Beberapa jenis lumut dapat ditemukan dalam taman lumut di antaranya dari kelompok lumut daun (Bryum billardieri, Fissidens spp., Hypnodendron sp., Hypopterygium ceylanicum, Leucobryum javense, Plagiomnium succulentum, Rhodobryum giganteum, dsb.), Lumut hati (Bazzania spp., Cyathodium foetidissimum, Dumortiera hirsuta, Frullania sp., Marchantia spp., Plagiochila sp., dsb). Referensi : https://krcibodas.lipi.go.id/

Taman Rhododendron Cibodas

Rhododendron Kebun Raya Cibodas
Figure 25 : Taman Rhodedendron Cibodas

Wisata Cibodas – Taman yang dibangun pada tahun 2002 memiliki luas 5000 meter persegi,  bertujuan untuk mengoleksikan berbagai tanaman Rhododendron yang ada di Kebun Raya Cibodas. Tanaman  Rhododendron koleksi Kebun Raya Cibodas berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan Negara lainnya.

Pada saat pembangun Taman Rhododendron, terdapat 3 jenis Rhododendron yaitu Rhododendron javanicum dari Jawa, Rhododendron macgregoriae dari Papua dan Rhododendron mucronatum dari Jepang. Tanaman Rhododendron atau Azalea yang biasa hidup ditempat yang beriklim sedang pada ketinggian antara 800-2400 mdpl, merupakan tanaman berbentuk semak yang memiliki ketinggian di bawah satu meter dan.

Rhododendron javanicum (Azalea Jawa) merupakan salah satu tanaman Azalea yang dijadikan ikon Kebun Raya Cibodas, berasal dari Jawa. Tanaman endemik dari pulau Jawa ini untuk pertama kalinya menjadi koleksi kebun raya Cibodas pada tanggal 30 Januari 2005. Azalea Jawa memiliki bunga orange dengan struktur bunga nan cantik dan tahan dari kerontokan hingga satu minggu meskipun telah dipotong. 

Canopy trail Ciwalen Cibodas

wisata canopy trail cibodas
Figure 27 : Canopy Trail Cibodas

Wisata Cibodas – Canopy Trail Ciwalen berlokasi di Resort PTN Mandalawangi pintu masuk pendakian Cibodas, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jembatan tajuk yang lebih dikenal dengan sebutan Canopy trail merupakan / berupa jembatan gantung yang membentang sepanjang 130 m yang berujung di Curug Ciwale. Canopy trail memiliki tiang penyangga berupa 4 pohon Rasamala (Altingia excelsa) dengan diameter rata-rata 1,2 meter, tinggi canopy trail dari tanah berkisar 45 meter.

Pada mulanya canopy trail Ciwalen dibangun sebagai tempat penelitian dan pengamatan satwa liar dan tanaman di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di sekitar air terjun Ciwalen. Saat ini, selain untuk penelitian dan pengamatan satwa dan tumbuhan, canopy trail Ciwalen di fungsikan sebagai obyek daya tarik wisata edukasi dan petualangan. 


Pendakian Gunung Gede Pangrango Jalur Cibodas


Mandalawangi Cibodas – Pendakian Gunung Gede Pangrango dapat dilakukan melalui tiga jalur masuk pendakian, yaitu pintu masuk Cibodas, Gunung Putri dan Salabintana. Pemandangan umum sepanjang jalur pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango adalah keindahan dan kesegaran alam Hutan Hujan Tropis Pegunungan (hutan hujan tropis sub montana). Mulai 1.500 mdpl sampai 2.400 mdpl pemandangan beralih ke situasi hutan hujan tropis pegunungan; Setelah melewati ketinggian 2.500 mdpl sampailah pendaki pada zona vegetasi sub alpin.

Disamping potensi keindahan hutan hujan tropis ketika melakukan pendakian ke Gunung Gede Pangrango jalur pintu masuk Cibodas, pada jalur ini, para pendaki akan diperhadapkan dengan destinasi alam seperti Telaga biru, Rawa Gayonggong, Air Terjun Cibeureum, Rawa Denok, Air Panas, Kandang Batu, Kandang Badak, Kawah, terakhir adalah pesona alam Puncak Gunung Gede, Puncak Pangrango dan Alun-alun Mandalawangi.

Baca Buku :
Panduan Pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Diterbitkan Oleh  Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Berkemah di alun-alun Suryakencana


Mandalawangi Cibodas – Alun-alun Suryakencana adalah padang rumput pegunungan dengan luas kurang lebih 50 Ha (panjang 2,5 Km dari Timur-Barat) yang kerap digunakan oleh para pendaki untuk mendirikan tenda sebagai tempat menginap ketika melakukan pendakian puncak Gunung Gede Pangrango. Nama Mandalawangi mengacu pada induk gunungnya (sebelum muncul gunung Pangrango) yaitu gunung Mandalawangi.

Dataran bekas kawah Gunung Gede ini berada diantara Puncak Gumuruh dan Gunung Gede, memiliki ekosistem yang unik dengan tumbuhan yang di dominasi oleh edelweiss atau bahasa latinnya Anaphalis javanica, rumput gunung, cantigi dan gandapura (seluas kurang lebih 3 Ha). Alun-alun Suryakencana merupakan salah satu obyek dengan daya tarik wisata minat khusus dan petualangan, dengan dataran yang berada pada ketinggian 2.750 mdpl yang cukup nyaman bagi para pendaki untuk bermalam dan mendirikan tenda sebelum menuju ke puncak Gunung Gede.


Simpulan Mandalawangi camping ground, Kebun Raya Cibodas dan kegiatan wisata di Cibodas


Mandalawangi Cibodas – Wisata Cibodas menfasilitasi kegiatan pariwisata dan rekreasi berbasis alam dan pendidikan dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kebun Raya Cibodas dan wilayah yang berada kaki timur laut gunung Gede. Terdapat banyak obyek wisata di Cibodas seperti untuk berkemah, air terjun / curug, jalur pendakian gede pangrango, danau, dan lainnya.

Pada kawasan wisata Cibodas, terdapat 4 tempat berkemah, tiganya berada di sekitar kebun raya Cibodas, yaitu Mandalawangi Camping Ground Cibodas, Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas dan Bukit Golf Camping Ground Cibodas, dan beberapa lagi berada di jalur pendakian yang kerap di gunakan oleh para pendaki gunung Gede ketika menginap, yaitu disekitar alun-alun Surya Kencana pada ketinggian 2.750 mdpl, di Kandang Badak dan spot-spot berkemah lainnya.

Sementara itu, untuk menfasilitas event gathering perusahaan berbasis camping dan wisata minat khusus, penyelengaraan kegiatannya dilakukan di Camping Ground Mandalawangi dan Bukit Golf Camping Ground Cibodas, sementara untuk kemah pramuka kegiatannya lebih banyak di fokuskan di Bumi Perkemahan Mandala Kitri.

Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) lainnya yang berada di kawasan wisata Cibodas adalah Kebun Raya Cibodas, Curug Cibereum Cibodas, Curug Ciismun, Curug Cibogo Cibodas, danau Mandalawangi Cibodas, Danau Telaga Biru Cibodas, Taman Rhododendron dan Jalan Air di Kebun Raya Cibodas, Araucaria Avenue dan Taman Lumut Cibodas, Taman Sakura Cibodas, dan banyak obyek wsiata  lainnya untuk liburan keluarga ataupun outing perusahaan. 


This entry was tagged in mandalawangi and mandalawangi cibodas, camping cibodas, tempat camping cibodas, mandalawangi camping ground, kebun raya cibodas, paket camping cibodas, wisata cibodas, wisata di cibodas, tempat wisata cibodas, curug cibodas, cibodas, curug cibeureum cibodas, camping ground cibodas, bukit golf cibodas, bukit golf cibodas camping ground, tiket masuk cibodas, air terjun cibodas, perkemahan cibodas, bumi perkemahan cibodas, mandalawangi nature camp, mandalawangi cibodas, bumi perkemahan cibodas, camping ground mandalawangi cibodas, tempat camping di cibodas dan wisata alam kebun raya cibodas, bumi perkemahan bukit golf cibodas, camping ground mandalawangi cibodas, kebun raya cibodas, tempat camping cibodas puncak.