Review Buku Pariwisata ; Jelajah Kawasan wisata untuk Minat Khusus

Buku dengan Pengenal Objek Digital DOI, : 10.17605/OSF.IO/ZU9RW, yang ditulis oleh A. Zaenal Mutaqin, merupakan buku referensi Pariwisata, bergenre Wisata Minat Khusus [1]. Buku yang memiliki ketebalan 156 halaman + xii halaman romawi, dengan cover bergambar dua ekor elang Jawa yang sedang mengangkasa ini, mengupas secara detail tentang seluk beluknya Kawasan Pariwisata Curug Panjang  dengan beragam aktivitas wisata minat khusus yang dapat dilakukan di kawasan Pariwisata yang masih berada dalam zona penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango bagian barat. Buku yang diterbitkan pada bulan mei 2020 dalam versi Adobe eReader format, diracik dalam dua pendekatan yaitu dengan pendekatan deskripsi yang tertata apik dan visualisasi dalam rupa photo.

Terdapat tiga bahasan utama pada buku “Jelajah kawasan Wisata Curug Panjang dalam Wisata Minat Khusus”. Pada BAB I, buku pariwisata ini menjelajah tentang Obyek Daya Tarik Wisata[2] yang ada disekitar punggungan barat gunung Paseban. Pada BAB II, mengupas tentang aktivitas Wisata Minat Khusus pada kawasan Wisata Curug Panjang, dan pada BAB III, menguraikan sekitar dunia kreatif dan kuliner yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari industri pariwisata. Sementara itu, pada mukadimah, penulis menyeroti penyempitan presepsi atas Pariwisata secara umum yang berkembang diruang-ruang publik dengan pendekatan etimologi kata pembangunnya, dan tentang perkembangan industri pariwisata minat khusus dan pariwisata massal serta pergeserannya.

Bab I – Obyek Daya Tarik Wisata

Dijelaskan dalam buku ini, bahwa kawasan Pariwisata Alam Curug Panjang merujuk pada 1. Obyek daya tarik wisata (ODTW); 2. Kawasan pariwisata alam, dan; 3. Merupakan komplek air terjun yang berada pada aliran hulu sungai Cirangrang,  (airnya mengalir ke sungai Ciliwung). Kawasan Pariwisata ini terbentuk dari keindahan lansekap alam serta kekayaan fisik bumi maupun kekayaan biodiversitas yang terkandung di dalamnya untuk wisata minat khusus.

Terdapat beberapa destinasi alam dengan sentuhan fasilitas untuk mendukung kenyamanan dan keamanan wisatawan dalam melakukan beragam aktivitas wisata minat khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan interaksi wisata itu peruntukannya. Pada BAB ini, hal tersebut tergambarkan secara detail dalam bentuk deskripsi dan photo-photo amenitas yang dimiliki oleh setiap Obyek Daya Tarik Wisata.

Bab II – Wisata Minat Khusus

Dalam buku ini, Wisata minat khusus digambarkan sebagai bentuk kegiatan parwisata yang diperuntukan bagi wisatawan yang memiliki kecenderungan minat, tujuan serta motivasi khusus dalam berwisata atau guna pemenuhan atas sensasi dan minat terdalam wisatawan dalam aktivitas berpariwisata seperti aktivitas berkemah, berpetualang, birdwatching, rappeling, journey, dls. Sekilas, pembaca akan disodorkan perbedaan yang mencolok antara antara wisata massal dengan wisata minat khusus.

Bab III – Kreatif dan Kuliner

Pada komponen kuliner dan kreatif, membahas tentang pemenuhan akan kebutuhan makanan dan minuman serta cinderamata bagi wisatawan, baik yang tersaji secara langsung maupun sebagai bentuk interaksi dalam pemenuhannya. Terdapat dua bahasan yang diunggulkan pada bab III ini, yaitu tentang nasi liwet yang merupakan kuliner khas budaya sunda dan kopi yang diproduksi oleh masyarakat Paseban.

Buku ”Jelajah Kawasan Pariwisata Alam Curug Panjang dalam Wisata Minat Khusus” merupakan salah satu sarana untuk mengintip sebahagian pesona alam curug panjang dalam geliat wisata minat khusus dari celah-celah deskripsi dan photo-photo yang telah dikumpulkan sejak pertengahan tahun 2016, oleh penulis buku ataupun para photografer yang tergabung dalam group Highland Indonesia.

Catatan kaki[+]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.