Semua Ingin Berlibur, Pariwisata Minat Khusus yang Pertama Bangkit usai Pandemi

Industri Pariwisata Indonesia menjadi salah satu sektor yang paling terdampak akan pandemi Covid-191)penyakit ini dinamakan sementara sebagai 2019 novel coronavirus (2019-nCoV), kemudian WHO mengumumkan nama baru pada 11 Februari 2020 yaitu Coronavirus Disease (COVID-19) yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2)., dan diduga bahwa pariwisata minat khusus yang pertama akan langsung bangkit dari keterpurukannya.

Hal ini karena akan adanya lonjakan permintaan dari masyarakat kelompok kelas menengah yang selama ini membatasi aktivitas sosial dengan berdiam diri dirumah dan mengerjakan perkerjaan dari rumah untuk melakukan perjalanan dalam rangka memenuhi hasrat atas kebutuhan berwisata (travelling) pada lingkungan dan aktivitas yang dianggap aman usai pandemi virus corona berakhir atau pada masa New Normal2)new normal atau kenormalan baru / kewajaran baru / normal baru adalah skenario untuk mempercepat penanganan pandemi COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional. 2. kehidupan yang akan dijalankan seperti biasa ditambah dengan protokol kesehatan; 3. hidup sesuai protokol kesehatan untuk mencegah virus corona. diberlakukan.

Download Protokol sehat untuk semua

Dengan karakter lingkungan Obyek Daya tarik Wisata (ODTW) dan pelayanan maupun aktivitasnya yang berbanding terbalik dengan wisata massal, wisata minat khusus menjadi sektor yang dianggap paling aman untuk dijelajahi guna memenuhi hasrat berlibur dari kejenuhan pembatasan aktivitas sosial yang diberlakukan oleh pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Pengertian Wisata Minat Khusus

Menurut Fandeli, (2002:107) Wisata minat khusus  (Special Interest Tourism) merupakan bentuk kegiatan dengan wisatawan individu, kelompok atau rombongan kecil yang bertujuan untuk belajar dan berupaya mendapatkan pengalaman tentang suatu hal di daerah yang dikunjungi. Dan, menurut Ismayanti (2010:155) mengatakan bahwa pariwisata minat khusus merupakan pariwisata yang menawarkan kegiatan yang tidak biasa dilakukan oleh wisatawan pada umumnya atau wisata yang membutuhkan keahlian khusus atau ketertarikan khusus untuk melakukannya, dan setiap orang mempunyai keahlian masing-masing. Menurut Read Hall & Weiler (1992) …is travel for people who are going somewhere because they have a particular interest that can be pursued in a particular region or at a particular destination.

Pariwisata minat khusus mempunyai kaitan dengan petualangan. Wisatawan secara fisik dapat menguras tenaga, serta ada unsur tantangan yang harus dilakukan, karena bentuk pariwisata ini banyak terdapat di daerah terpencil, seperti : kegiatan tracking, hiking, pendakian gunung, rafting di sungai, dan lainnya (Fandeli 2000). Ada beberapa kriteria menurut Fandeli dalam Sudana (2013), yang dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam menetapkan suatu bentuk wisata minat khusus yakni : 1) Learning, pariwisata yang mendasar pada unsur belajar; 2) Rewarding, pariwisata yang memasukkan unsur pemberian penghargaan; 3) Enriching, pariwisata yang memasukkan peluang terjadinya pengkayaan pengetahuan antara wisatawan dengan masyarakat; 4) Adventuring, pariwisata yang dirancang dan dikemas sehingga terbentuk wisata petualangan. 

Aktivitas wisata minat khusus meliputi aktivitas berkemah (family camp, Educamp, dls), petualangan (adventure), Journey, penjelajahan (seperti jelajah air terjun, treking hutan, susur sungai, dan lainnya), ekowisata, wisata desa, dan lainnya. Wisata minat khusus dilakukan pada  destinasi alam yang masih asri, dimana sebagian besar obyeknya berada dikawasan pegunungan, pantai, pedesaan dengan pendekatan pelayanan yang khusus (privasi).

Pada umumnya wisatawan minat khusus memiliki motivasi dan keingintahuan yang tinggi terhadap sesuatu hal untuk dipelajari dan diikuti / dijalani sehingga menghadirkan pengalaman baru dalam aktivitasnya berpariwisata.

Terdapat dua kelompok wisatawan dalam aktifitas wisata minat khusus, yaitu kelompok yang berkeinginan sebatas mencoba aktifitas baru. Pada kelompok ini, tantangan keterlibatan akan cenderung di tingkat ringan sampai pada menengah. Dan yang kedua, adalah kelompok yang memandang keikutsertaannya dalam wisata minat khusus sebagai tujuan atau motivasi terdalam guna pemenuhan atas kebutuhan sensasi seorang wisatawan dalam aktivitas berpariwisata, sehingga keterlibatan wisatawan dalam kelompok ini akan cenderung lebih aktif serta menjurus pada level tantangan yang lebih tinggi.  [Mutaqin, A Zaenal. (2020).Jelajah Kawasan Pariwisata Puncak Dalam Wisata Minat Khusus. ; hal 68; OSF. May 11. doi:10.17605/OSF.IO/ZU9RW.]

New Normal mensyaratkan strategi baru pada ODTW dan Penanganan wisata Minat Khusus

Membangkitkan Pariwisata Minat Khusus di era kenormalan baru (New Normal) untuk memberikan rasa aman dan nyaman dalam pengalaman berwisata terhadap wisatawan, baik pada obyek daya tarik wisata (ODTW) maupun pelayanannya, harus terfokus dengan menerapkan standar kebersihan, kesehatan, pelestarian lingkungan dan keamanan dalam operasional Wisata Minat Khusus dan dengan menyesuaikan pada perkembangan informasi teknologi yang berkembang pesat pada saat pandemi COVID-19 untuk mendapatkan perkembangan informasi kekinian tentang pandemi dalam upayanya untuk melakukan tindakan preventif dan promotif pada saat aktivitas wisata minat khusus berlangsung.

Penanganan Wisata Minat Khusus di era kenormalan baru

Penyedia Obyek Daya Tarik Wisata dan penanganan nya harus mengikuti protokol kesehatan yang menjadi standar pencegahan penyebaran COVID-19 yang diterapkan, hal ini agar aktivitas kepariwisataan dapat berjalan dengan tetap melakukan pencegahan penyebaran corona virus diseases, meliputi :

    1. Aman, nyaman dan sehat ; Memfasilitasi obyek wisata dan aktivitas wisata yang aman, nyaman dan sehat;
    2. Manajemen pengelola wisata menerapkan kebijakan dan prosedur untuk para pekerja wisata dan wisatawan pada setiap adanya kecenderungan kasus yang dicurigai sebagai Covid-19 meliputi gejala demam atau batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak nafas untuk segera dilaporkan dan ditindak lanjuti pada pihak terkait;
    3. Self assessment ; Menerapkan penilaian risiko secara mandiri terhadap pelaku wisata dan wisatawan;
    4. Menjaga daya tahan tubuh; Pengaturan aktivitas wisata yang tidak terlalu panjang dan menguras energi yang dapat menyebabkan penurunan sistem imunitas tubuh;
    5. Asupan makanan ; Memberikan dan mengatur asupan makanan yang baik untuk disajikan pada wisatawan dan pelaku wisata dalam rangka membantu mempertahankan daya tahan tubuh;
    6. Masker untuk semua ; Mewajibkan wisatawan dan pelaku wisata menggunakan masker sejak  perjalanan dari atau ke rumah dan dalam aktivitas wisata,
    7. Preventif dan promotif ; Melakukan edukasi intensif dan pemahaman yang benar untuk seluruh pelaku wisata terkait pandemi Covid-19, sehingga pelaku wisata mendapatkan pengetahuan untuk secara mandiri melakukan tindakan preventif dan promotif.

Semua ingin berlibur, wisata minat khusus adalah solusi

Tidak dapat dipungkiri, bahwa emosi positif (rasa bahagia, senang, suka dan gembira) terkait erat dengan kualitas kesehatan manusia dan memperkuat sistem imunitas tubuh, hal ini karena tubuh dan pikiran saling terhubung antar satu dengan lainnya. Dan belakangan ini, kita merasakan ketakutan dan kecamasan akan pandemi COVID-19, yang sesungguhnya emosi negatif dapat menurunkan kualitas kesehatan dan daya tubuh manusia.

Emosi positif dapat terbangun oleh banyak hal, salah satunya dengan berlibur “semua ingin berlibur dari kecemasan dan ketakutan akan pandemi COVID-19”, dan melupakan sejenak akan musibah yang menimpa dunia, tak terkecuali Indonesia yang yang disebabkan oleh COVID-19 yang menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian yang telah mencapai 349.190 orang dan sebanyak 5.491.678 orang terkonfirmasi kasus sampai pada tanggal 27/05/2020 [data pandemi terbaru dapat baca pada WHO Coronavirus Disease].

Berlibur dengan jenre wisata minat khusus adalah sebuah solusi guna melupakan kecemasan dan ketakutan serta menghadirkan rasa bahagia dan gembira. Wisata minat khusus merupakan salah satu wisata yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman baik dalam obyek destinasi maupun dalam  aktivitas wisatanya pada masa new normal, hal ini karena :

    1. Interaksi dalam wisata minat khusus bersifat privasi, yaitu tidak melibatkan banyak orang baik pada obyek destinasi wisata maupun pada saat kegiatan wisata. Semisal pada kegiatan berkemah keluarga (dengan mengambil contoh kasus di kawasan pariwisata curug panjang), dimana setiap keluarga memiliki zona camping tersendiri yang tidak bercampur dengan keluarga lainnya, dan selama camping hanya ditangani hanya oleh dua orang untuk maksimal 15 orang dalam satu kelompok keluarga, satu untuk menfasilitasi akomodasi dan satunya lagi untuk.
    2. Sebagian besar obyek untuk kegiatan wisata minat khusus berada pada lingkungan pegunungan dan hutan yang jarang terjamah oleh aktivitas manusia. Dengan mengambil contoh di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun dan kawasan pariwisata Curug Panjang, dimana pada aktivitas jelajah air terjun dan pengamatan burung (birdwatching), air terjun dan spot-spot burung untuk diamati letaknya berada didalam hutan. begitupun dengan aktivitas raffeling, treking hutan, susur sungai, dls.
    3. Destinasi untuk aktivitas wisata minat khusus memiliki cakupan kawasan yang luas dengan sedikit orang yang berinteraksi didalamnya.

H o t l i n e

+62 819-1005-4000

Whatsapp

Catatan kaki   [ + ]

1.penyakit ini dinamakan sementara sebagai 2019 novel coronavirus (2019-nCoV), kemudian WHO mengumumkan nama baru pada 11 Februari 2020 yaitu Coronavirus Disease (COVID-19) yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2).
2.new normal atau kenormalan baru / kewajaran baru / normal baru adalah skenario untuk mempercepat penanganan pandemi COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional. 2. kehidupan yang akan dijalankan seperti biasa ditambah dengan protokol kesehatan; 3. hidup sesuai protokol kesehatan untuk mencegah virus corona.